KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Dunia literasi anak kembali kedatangan inovasi segar. Kali ini lewat buku Petualangan BoVa & Friends yang memadukan riset akademik dengan teknologi digital.
Karya ini lahir dari tangan dingin Karnila Willard. Sang akademisi berhasil menyulap rumitnya data riset doktoral menjadi cerita yang memikat imajinasi anak-anak.
Karnila menyadari, data ilmiah tidak akan sampai ke hati anak-anak jika tidak diubah formatnya. Maka, ia mengemasnya menjadi narasi menyenangkan namun tetap berpijak pada fakta akurat.
Daya tarik utamanya adalah penyematan fitur barcode di setiap halaman. Inovasi ini menjadi jawaban bagi tantangan literasi di era digital yang serba visual.
Hanya dengan sekali pindai melalui ponsel, pembaca bisa menikmati voice-over dan animasi karakter BoVa. Fitur ini sangat membantu anak-anak yang belum lancar membaca.
Namun, di balik kecanggihannya, terselip perjuangan berat khas UMKM. Karnila mengakui proses produksi menghadapi tantangan besar dari sisi biaya cetak.
Berbeda dengan penerbit raksasa, biaya cetak untuk skala kecil jauh lebih mahal. Hal inilah yang membuat buku seri pertama ini dibanderol seharga Rp 99 ribu.
Meski begitu, ia tetap optimistis. Dukungan pun mulai mengalir, salah satunya melalui kerja sama dengan Kilang Pertamina Internasional untuk distribusi ke sekolah-sekolah.
Baca Juga: Petualangan BoVa & Friends, Karakter Lokal dari Balikpapan Ini Siap Rebut Hati Anak Indonesia
Mimpinya tak main-main. Karnila menargetkan 12 seri petualangan dan ambisi menembus pasar internasional melalui versi multibahasa.
Bagi Karnila, ini adalah misi memperkenalkan kekayaan lokal ke level global. Ia ingin BoVa & Friends membuktikan bahwa karya lokal mampu bersaing di kancah dunia. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo