KALTIMPOST.ID, KENDARI – Dugaan kasus pelecehan terhadap anak di bawah umur menyeret seorang oknum prajurit TNI di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Terduga pelaku berinisial Sertu MB kini justru menghilang saat proses pemeriksaan tengah berjalan.
Komandan Kodim 1417/Kendari, Letkol Danny AP Girsang, mengungkapkan bahwa laporan terkait dugaan perbuatan asusila itu sudah diterima pihaknya. Berdasarkan informasi awal, peristiwa tersebut disebut terjadi pada pertengahan April 2026.
Baca Juga: Kronologi Lengkap Pembunuhan 1 Keluarga di Perbatasan Kalteng–Kaltim: Pembantaian hingga Pembakaran
“Kasus ini sudah kami tindak lanjuti dengan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Namun saat proses berlangsung, ia justru meninggalkan tempat tanpa izin,” ujarnya, Sabtu (2/5).
Sejak saat itu, Sertu MB tidak diketahui keberadaannya. Aparat pun langsung mengambil langkah lanjutan dengan berkoordinasi bersama Polisi Militer TNI AD untuk melakukan pencarian.
Pihak satuan juga telah menetapkan status pelanggaran disiplin berupa tidak hadir tanpa izin terhadap yang bersangkutan. Selain itu, upaya pengejaran terus dilakukan dengan menerbitkan daftar pencarian orang (DPO).
Dandim menegaskan, institusi tidak akan mentoleransi tindakan yang mencoreng nama baik TNI, terlebih yang berkaitan dengan dugaan kekerasan seksual terhadap anak.
Baca Juga: Fakta Terbaru Kesehatan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Disuntik 8 Titik hingga Sulit Berdiri
“Atas nama satuan, kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya keluarga korban. Proses hukum akan tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Ia memastikan, jika pelaku berhasil diamankan, maka proses penyidikan akan dilanjutkan hingga tuntas, termasuk penjatuhan sanksi sesuai hasil pemeriksaan aparat berwenang.
Editor : Uways Alqadrie