KALTIMPOST.ID, HALMAHERA UTARA – Operasi pencarian korban erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara resmi dihentikan pada Minggu (10/5/2026). Tim SAR gabungan menutup operasi setelah seluruh pendaki yang sebelumnya dinyatakan hilang berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan seluruh korban sudah berhasil dievakuasi dari area terdampak material vulkanik. Dengan demikian, operasi pencarian dinyatakan selesai.
Baca Juga: Fakta Baru Kasus Ponpes Ndholo Kusumo Pati: Santri Diduga Diperas dan Dicuci Otak oleh Kiai Ashari
Korban meninggal terdiri atas seorang pendaki asal Indonesia bernama Enjel serta dua warga negara Singapura, Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (27). Sebelumnya, jasad Enjel ditemukan lebih dulu pada Sabtu (9/5/2026) di sekitar jalur pendakian.
Pencarian kemudian dilanjutkan pada Minggu pagi dengan menyisir area di sekitar lokasi penemuan korban pertama. Tim SAR akhirnya menemukan dua pendaki asing yang diduga tertimbun material vulkanik akibat erupsi mendadak Gunung Dukono.
Peristiwa ini kembali menjadi sorotan karena aktivitas vulkanik Gunung Dukono diketahui masih tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Baca Juga: Mutasi Terbaru TNI AD, AL, AU: Ini Nama-Nama Perwira Tinggi yang Naik Jabatan
Aparat juga mengingatkan masyarakat maupun wisatawan agar tidak memasuki zona berbahaya di sekitar kawah demi menghindari risiko erupsi susulan.
Editor : Uways Alqadrie