KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Malaysia membuka negosiasi pembelian beras premium dari Indonesia dalam jumlah jumbo. Nilainya ditaksir mencapai Rp 8 triliun jika kesepakatan harga tercapai.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan, pengusaha asal Malaysia berminat mengimpor sekitar 500 ribu ton beras premium dari Indonesia. Penawaran awal yang diajukan berada di angka Rp 16 ribu per kilogram atau setara 3,7 ringgit Malaysia.
“Sudah ada kesepahaman awal. Jumlah yang diminta cukup besar, sekitar 500 ribu ton,” ujar Rizal saat ditemui di Jakarta, Jumat (22/5).
Baca Juga: Daftar Lengkap 22 Produk Herbal Berbahaya Temuan BPOM, Ada Kopi Stamina dan Viagra Ilegal
Menurut dia, komunikasi dengan pihak Malaysia sudah berlangsung sejak pertemuan di Surabaya, Jawa Timur. Kini proses negosiasi masih berfokus pada penentuan harga final dan teknis distribusi.
Beras yang diminati merupakan kategori premium pecahan 5 persen. Jika transaksi terealisasi sesuai harga penawaran awal, total nilai ekspor diperkirakan menembus Rp 8 triliun.
Bulog juga menyiapkan pembahasan lanjutan terkait jalur pengiriman. Opsi distribusi dilakukan melalui pelabuhan laut maupun jalur darat lewat perbatasan Kalimantan Barat menuju Sarawak, Malaysia.
Baca Juga: Kronologi Bentrok Mahasiswa USK Banda Aceh hingga Gedung Fakultas Pertanian Hangus Terbakar
Rizal menyebut, salah satu skema yang dipertimbangkan ialah pengiriman dari gudang Pontianak menuju Entikong sebelum masuk ke wilayah Sarawak.
Sebelumnya, rencana ekspor beras premium Indonesia ke Malaysia juga sempat disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Editor : Uways Alqadrie