Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Mulai 2027, Anak SD Belajar Bahasa Inggris dengan Cara Baru, Bukan Hafalan Lagi

Dwi Puspitarini • Senin, 25 Mei 2026 | 15:38 WIB
Ilustrasi. Anak sekolah SD.
Ilustrasi. Anak sekolah SD.

KALTIMPOST.ID - Pemerintah mulai menyiapkan perubahan besar dalam pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar. Melalui kebijakan baru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Bahasa Inggris wajib SD direncanakan mulai diterapkan pada tahun ajaran 2027/2028.

Berbeda dengan pola lama yang banyak menekankan grammar dan hafalan, pembelajaran Bahasa Inggris kali ini akan lebih fokus pada kemampuan speaking dan conversation. Siswa diharapkan terbiasa berbicara Bahasa Inggris dalam aktivitas sederhana sehari-hari sejak usia dini.

Kemendikdasmen menilai kemampuan komunikasi global kini menjadi kebutuhan penting dalam dunia pendidikan dan pekerjaan. Karena itu, pendidikan Indonesia mulai diarahkan agar anak-anak lebih percaya diri menggunakan Bahasa Inggris secara aktif, bukan sekadar memahami teori.

Dalam konsep baru ini, siswa tidak hanya duduk mendengarkan penjelasan guru atau menghafal rumus tata bahasa. Sekolah akan didorong menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif melalui percakapan ringan, permainan edukatif, hingga dialog sederhana di kelas.

Pendekatan speaking Bahasa Inggris dianggap lebih efektif untuk membangun keberanian anak. Pemerintah ingin siswa terbiasa mencoba berbicara tanpa takut salah pengucapan atau grammar.

Metode conversation juga dinilai lebih relevan dengan kebutuhan zaman. Kemampuan berkomunikasi aktif kini menjadi salah satu keterampilan utama yang dibutuhkan dalam kompetisi global.

Baca Juga: ASN 2026 Wajib Melek AI! BKN Siapkan Transformasi Besar untuk PNS dan PPPK

Bahasa Inggris Akan Jadi Mata Pelajaran Wajib

Rencana menjadikan Bahasa Inggris wajib SD mulai kelas 3 menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Melalui pembiasaan sejak dini, siswa diharapkan lebih cepat memahami penggunaan Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak juga dinilai lebih mudah menyerap bahasa baru ketika dikenalkan sejak usia sekolah dasar.

Kebijakan ini disebut sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat daya saing generasi muda Indonesia di tingkat internasional.

Baca Juga: Batas Usia Pensiun ASN 2026 Resmi Diatur, Ini Perbedaan Batas Pensiun PNS dan PPPK

Guru Disiapkan dengan Pelatihan Khusus

Perubahan sistem pembelajaran ini juga diikuti dengan program pelatihan guru secara bertahap. Pemerintah akan menyiapkan upgrading bagi tenaga pengajar agar metode pembelajaran conversation bisa diterapkan lebih efektif di sekolah.

Guru nantinya diharapkan tidak hanya mengajar teori, tetapi juga menjadi fasilitator yang membantu siswa aktif berbicara. Suasana kelas pun akan diarahkan lebih santai dan menyenangkan agar anak tidak takut mencoba.

Kemendikdasmen menilai lingkungan belajar yang nyaman menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kemampuan speaking Bahasa Inggris siswa.

Sekolah juga didorong menghadirkan berbagai kegiatan pendukung seperti English Day hingga English Conversation Club. Program tersebut diharapkan membuat siswa lebih terbiasa menggunakan Bahasa Inggris di luar jam pelajaran formal.

Selain itu, pemanfaatan teknologi digital akan diperluas dalam proses belajar. Video interaktif, aplikasi belajar, dan media digital disebut dapat membantu siswa belajar conversation dengan cara yang lebih fleksibel dan menarik.

Pemerintah berharap perubahan ini bisa menghapus anggapan bahwa Bahasa Inggris adalah pelajaran sulit. Dengan metode yang lebih komunikatif, Bahasa Inggris diharapkan menjadi keterampilan hidup yang dekat dengan aktivitas sehari-hari anak-anak.

Baca Juga: Tak Punya Ijazah TK dan Tes Calistung Bukan Masalah, Aturan Baru Masuk SD 2026 yang Wajib Orang Tua Ketahui

Peran Orang Tua Dinilai Sangat Penting

Transformasi pendidikan ini tidak hanya bergantung pada sekolah. Orang tua juga diminta ikut mendukung pembiasaan Bahasa Inggris di rumah melalui percakapan ringan atau pengenalan kosakata sederhana.

Banyak anak sebenarnya memahami arti kata dalam Bahasa Inggris, tetapi masih takut berbicara karena khawatir salah. Karena itu, pendekatan baru lebih mengutamakan keberanian mencoba dibanding kesempurnaan tata bahasa.

Dengan pembiasaan speaking sejak dini, pemerintah berharap generasi muda Indonesia tumbuh lebih percaya diri dan siap bersaing di panggung global.***

Editor : Dwi Puspitarini
#Bahasa Inggris wajib SD #Conversation #pendidikan indonesia #kemendikdasmen #bahasa inggris