Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Harga Sawit Anjlok Rp1.500 per Kg, DPR Minta Permainan Harga Segera Dihentikan

Dwi Puspitarini • Rabu, 27 Mei 2026 | 04:51 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat Saleh Nasution soal harga kelapa sawit. (ist)
Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat Saleh Nasution soal harga kelapa sawit. (ist)

KALTIMPOST.ID - Anggota Komisi VI DPR RI, Rahmat Saleh Nasution, menduga anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit hingga Rp1.500 per kilogram tidak sepenuhnya dipengaruhi mekanisme pasar. Ia menilai terdapat kemungkinan pihak tertentu memainkan harga sawit di tengah masa transisi kebijakan tata niaga ekspor sawit nasional. Menurut Rahmat, kondisi tersebut tidak boleh merugikan petani kecil yang selama ini bergantung pada hasil panen sawit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Rahmat Saleh menyampaikan kekhawatirannya saat berada di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 25 Mei 2026. Ia menilai penurunan harga yang terlalu drastis perlu menjadi perhatian serius pemerintah karena dapat berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani sawit di berbagai daerah penghasil sawit di Indonesia.

DPR Soroti Dugaan Permainan Harga Sawit

Rahmat Saleh menilai penurunan harga TBS sawit yang terjadi saat ini tidak wajar apabila hanya dikaitkan dengan kondisi pasar global. Ia menduga ada pihak yang merasa terganggu dengan arah kebijakan baru pemerintah sehingga mencoba memanfaatkan situasi dengan menekan harga sawit di tingkat petani.

Dalam keterangannya, Rahmat mengatakan, “Saya menduga ini salah satu efek karena ada pihak yang merasa terancam, lalu memainkan harga sawit,” yang dikutip dari pojoksatu.id.

Ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam tata niaga sawit untuk tidak mengambil keuntungan dengan cara merugikan petani. Menurutnya, petani sawit tidak boleh menjadi korban dari perubahan kebijakan yang sedang dilakukan pemerintah.

Rahmat juga mengingatkan agar masa transisi kebijakan ekspor sawit tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk menciptakan tekanan harga di lapangan. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus memastikan harga sawit tetap stabil sehingga petani masih mendapatkan keuntungan yang layak dari hasil panen mereka.

“Saya berpesan kepada pihak-pihak yang berupaya memainkan harga dengan dalih apa pun agar menghentikan tindakan tersebut,” tegas Rahmat.

Baca Juga: Kompak Naik! Harga Emas Perhiasan 24 Karat Hari Ini, Raja Emas dan Lakuemas Menguat Hingga Rp30 Ribu

Kebijakan Ekspor Sawit dan Fokus Ketahanan Energi

Rahmat Saleh menjelaskan bahwa pemerintah saat ini sedang melakukan pengaturan ulang tata kelola ekspor sawit nasional. Kebijakan tersebut disebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin memperkuat pengendalian ekspor komoditas strategis nasional, termasuk sawit dan batu bara.

Menurutnya, pengelolaan sawit nasional kini tidak hanya berfokus pada kebutuhan minyak goreng, tetapi juga diarahkan untuk mendukung ketahanan energi nasional melalui pengembangan biodiesel. Karena itu, komoditas sawit dinilai memiliki peran penting dalam strategi energi Indonesia ke depan.

Rahmat menilai pelibatan BUMN dalam skema ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia dapat menjadi langkah strategis apabila dijalankan secara tepat. Kebijakan tersebut diyakini mampu memperkuat posisi tawar Indonesia sebagai salah satu produsen sawit terbesar di dunia.

Ia mengatakan kebijakan itu juga berpotensi meningkatkan nilai tambah komoditas sawit nasional sehingga manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan oleh perusahaan besar, tetapi juga petani sawit di daerah.

“Kita fokus sekarang bagaimana menguatkan ketahanan energi nasional, terutama dari sektor sawit,” ujar Rahmat.

Meski demikian, Rahmat menekankan bahwa pemerintah harus tetap mengawasi pelaksanaan kebijakan tersebut agar tidak menimbulkan gejolak harga di tingkat petani. Ia berharap stabilitas harga sawit dapat segera kembali sehingga petani tidak terus mengalami kerugian akibat turunnya harga TBS dalam beberapa waktu terakhir.***

Editor : Dwi Puspitarini
#Rahmat Saleh #sawit Indonesia #ekspor sawit #harga tbs #harga sawit