KALTIMPOST.ID, Sungguh miris, niat suci untuk beribadah di Tanah Suci harus dibayar dengan ujian fisik yang berat akibat buruknya fasilitas di tenda.
Beredar di media sosial ratusan jamaah haji Indonesia di Mina terpaksa tidur di luar tenda akibat area maktab yang disediakan mengalami kelebihan kapasitas (over capacity).
Baca Juga: Alhamdulillah, Gaji ke-13 Pensiunan PNS Cair! Taspen Resmi Tetapkan Tanggalnya
Hal itu terlihat dari unggahan akun TikTok @a.dimyati69 dan marhabandluyufurrahman, di mana ratusan jamaah haji telantar di luar tenda.
Situasi ini didominasi oleh kelompok jamaah lanjut usia yang telantar tanpa tempat istirahat yang layak.
Krisis ini disinyalir diperparah oleh kebijakan baru terkait manajemen penempatan jamaah.
Berdasar informasi, selama ini petugas kloter dan KBIHU memiliki tradisi memasang penanda di setiap kemah untuk mempermudah para jamaah, khususnya lansia, mengenali tempat mereka serta menjaga ketertiban antar-kloter.
Namun, kebijakan pencopotan tanda tersebut yang diinstruksikan oleh Wakil Menteri Haji (Wamenhaj) memicu polemik.
Kebijakan ini diambil dengan alasan bahwa tenda merupakan milik bersama dalam satu kloter dan tidak boleh ada upaya "mengkapling" tempat.
Akhirnya, tanpa penandaan yang jelas, batas-batas antar kelompok menjadi kabur dan mengakibatkan tumpang tindih penempatan jamaah.
Banyak jamaah mendapati kemah mereka sudah terisi oleh jamaah dari kloter atau kabupaten lain.
Hilangnya hak kenyamanan jamaah ini memicu desakan kuat agar Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan pihak penyedia layanan (syarikah) segera melakukan evaluasi dan mencari solusi darurat.
Tanpa manajemen penandaan yang jelas, sistem "tenda milik bersama" justru berujung pada hilangnya ketertiban dan hak istirahat jamaah yang seharusnya.
Para jamaah pun hanya bisa berharap pada kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi ujian di tengah prosesi ibadah haji ini.
Masyarakat terus mengirimkan doa agar para jamaah, terutama yang telantar di luar tenda, diberikan kelancaran hingga kembali ke tanah air sebagai haji mabrur.
Editor : Hernawati