KALTIMPOST.ID, Penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) susulan tahap kedua mulai bergerak pada akhir Mei 2026. Sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) melaporkan saldo bantuan sudah masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), terutama melalui bank penyalur tertentu.
Pencairan susulan dilaporkan mulai berlangsung pada Jumat (29/5/2026). Sejumlah penerima yang menggunakan rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) mengaku bantuan mulai diterima, sementara bank penyalur lain diperkirakan menyusul secara bertahap.
Besaran bantuan yang diterima tidak sama bagi seluruh penerima. Untuk BPNT, sebagian KPM melaporkan saldo Rp600 ribu telah masuk ke rekening mereka. Sementara penerima PKH menerima nominal berbeda sesuai kategori penerima, seperti ibu hamil, anak sekolah, lansia, maupun penyandang disabilitas.
Selain pencairan saldo, perubahan status pada aplikasi Cek Bansos juga mulai menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah penerima menyebut status bantuan mereka berubah menjadi “SI” atau standing instruction.
Status tersebut biasanya menjadi penanda bahwa bantuan sedang diproses oleh bank penyalur sebelum dana masuk ke rekening penerima.
Pemerintah menyalurkan bansos tahap kedua untuk periode April hingga Juni 2026. Karena proses dilakukan bertahap, tidak semua penerima menerima bantuan pada hari yang sama.
Berikut cara memantau status bansos secara mandiri:
1. Cek Melalui Website Kemensos
- Buka laman cekbansos.kemensos.go.id
- Masukkan data wilayah dan identitas penerima
- Isi kode verifikasi
- Klik menu “Cari Data” untuk melihat status bantuan.
2. Gunakan Aplikasi Cek Bansos
Masyarakat juga dapat memanfaatkan aplikasi resmi Cek Bansos di ponsel. Setelah login, pengguna bisa melihat status penerimaan hingga perkembangan proses pencairan bantuan.
KPM diimbau rutin mengecek saldo KKS dan memantau aplikasi Cek Bansos agar tidak tertinggal informasi pencairan bansos susulan yang masih berlangsung bertahap hingga Juni 2026.
Editor : Ilmidza