KALTIMPOST.ID, Target penguatan rupiah hingga berada di level Rp15.000 per dolar Amerika Serikat yang disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memicu perhatian banyak pihak. Pernyataan tersebut muncul saat nilai tukar rupiah masih menghadapi tekanan akibat dinamika ekonomi global dan sentimen pasar.
Purbaya meyakini penguatan mata uang domestik menuju level tersebut masih memungkinkan terjadi. Menurutnya, sejumlah kebijakan pemerintah, termasuk pengelolaan devisa hasil ekspor serta upaya meningkatkan arus modal masuk ke dalam negeri, dapat menjadi faktor pendukung penguatan rupiah.
Ia menilai tambahan pasokan valuta asing yang masuk ke pasar domestik berpotensi membantu menjaga stabilitas nilai tukar. Selain itu, kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi nasional disebut mulai menunjukkan sinyal perbaikan.
Meski optimisme pemerintah cukup besar, pandangan berbeda datang dari sejumlah ekonom dan analis pasar. Mereka menilai target rupiah kembali ke Rp15.000 per dolar AS masih menghadapi tantangan berat jika melihat posisi kurs saat ini.
Beberapa pengamat menilai pelemahan rupiah yang telah terjadi dalam beberapa waktu terakhir membuat peluang kembali ke level tersebut tidak mudah diwujudkan dalam waktu singkat. Tekanan eksternal, pergerakan pasar global, serta kondisi ekonomi dalam negeri dinilai tetap menjadi faktor yang perlu diperhitungkan.
Analis mata uang juga mengingatkan bahwa ketidakpastian ekonomi internasional masih berpotensi memengaruhi arah pergerakan kurs. Dalam kondisi tertentu, tekanan terhadap rupiah bahkan diperkirakan masih dapat berlanjut.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah sempat bergerak mendekati Rp17.900 per dolar AS dan memunculkan kekhawatiran pelaku pasar. Situasi itu membuat target penguatan ke Rp15.000 menjadi bahan perdebatan antara optimisme pemerintah dan kalkulasi para analis.
Kini, perhatian publik tertuju pada efektivitas kebijakan yang akan ditempuh pemerintah dalam menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendorong penguatan nilai tukar di tengah tantangan ekonomi global.
Editor : Ilmidza