Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Geger! Perangkat Desa Kompak Minta Camat Dicopot, Dipicu Hukuman Push-Up Saat Upacara Pancasila

Thomas Priyandoko • Sabtu, 6 Juni 2026 | 10:53 WIB
Kantor Camat Selogiri.
Kantor Camat Selogiri.

 

KALTIMPOST.ID – Ratusan perangkat desa dari Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, mendatangi Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Wonogiri, Jumat (5/6/2026).

Mereka menyampaikan sejumlah keberatan terhadap kepemimpinan Camat Selogiri, Fredy Sasono, dan meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh.

Aksi tersebut dilakukan secara terorganisir oleh perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kecamatan Selogiri.

Baca Juga: Kabar Baik! Pemerintah Jamin Harga Pertalite dan LPG 3 Kg Tetap Aman Sampai Desember 2026

Mereka berkumpul terlebih dahulu di kawasan Nglaroh, Desa Pule, sebelum bergerak menuju kompleks Setda Wonogiri dengan pengawalan aparat kepolisian.

Setibanya di lokasi, rombongan diterima Sekretaris Daerah Wonogiri F.X. Pranata bersama jajaran asisten daerah dalam sebuah rapat koordinasi tertutup.

Salah satu pemicu utama munculnya protes adalah insiden saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026. Menurut perangkat desa, terjadi kesalahan teknis berupa bendera yang terlipat saat upacara berlangsung.

Meski telah segera diperbaiki, petugas upacara disebut mendapat hukuman push-up sebelum rangkaian upacara selesai.

Baca Juga: Drama Visa Berakhir, Iran Resmi Berangkat ke Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2026

Peristiwa tersebut dinilai sebagian perangkat desa sebagai tindakan yang tidak tepat dan dianggap mempermalukan petugas di hadapan peserta upacara.

Tak hanya itu, sejumlah keluhan lain juga disampaikan dalam forum. Perangkat desa menilai komunikasi dan gaya kepemimpinan camat kerap menimbulkan ketidaknyamanan. Mereka juga menyoroti beberapa kegiatan kedinasan yang dinilai kurang berjalan harmonis.

Ketua PPDI Kecamatan Selogiri, Gandung Prayitno, memilih tidak memberikan banyak komentar usai pertemuan. Ia menyerahkan penjelasan kepada pemerintah daerah.

Sementara itu, Sekda Wonogiri F.X. Pranata memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan perangkat desa akan menjadi bahan evaluasi pemerintah kabupaten.

"Kebijakan Pak Bupati nanti seperti apa, akan menjadi bahan evaluasi terhadap kinerja yang bersangkutan," ujar Pranata.

Menurutnya, pemerintah daerah akan melakukan kajian dan klarifikasi sebelum mengambil keputusan. Ia menegaskan evaluasi dilakukan berdasarkan ukuran kinerja dan aspek administratif yang berlaku.

Baca Juga: Melonjak hingga 60 Ribu Mahasiswa, Program Gratispol Pendidikan Kaltim Dievaluasi Total Terkait Alur Daftar

"Kami tidak berbicara soal siapa yang benar atau salah. Yang akan dilihat adalah bagaimana perbaikannya ke depan," katanya.

Sekda juga menjelaskan bahwa Camat Selogiri tidak dihadirkan dalam forum tersebut untuk menjaga kondusivitas pertemuan dan menghindari perdebatan langsung.

Di sisi lain, Camat Selogiri Fredy Sasono memilih menyerahkan persoalan tersebut kepada pimpinan daerah.

"Saya serahkan kepada pimpinan," ujarnya singkat.

Saat ditanya mengenai kemungkinan pencopotan atau mutasi jabatan, Fredy menegaskan siap menerima keputusan yang diambil pemerintah.

"Namanya prajurit, ya siap," katanya.

Pemerintah Kabupaten Wonogiri kini tengah mengkaji seluruh masukan yang disampaikan perangkat desa. Hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar bagi Bupati Wonogiri dalam menentukan langkah lanjutan terkait polemik yang mencuat di Kecamatan Selogiri tersebut.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#camat selogiri #camat dicopot #wonogiri #jawa tengah