Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Proyek Rel Rp 25 Triliun Dimulai dari Kaltara, Target Tersambung hingga IKN

Ari Arief • Minggu, 7 Juni 2026 | 18:47 WIB
Ilustrasi pembangunan rel kereta api yang direncanakan dimulai dari Kaltara tersambung hingga IKN, Kaltim.(generate ai)
Ilustrasi pembangunan rel kereta api yang direncanakan dimulai dari Kaltara tersambung hingga IKN, Kaltim.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA–Impian masyarakat Pulau Kalimantan untuk memiliki jaringan transportasi kereta api tampaknya bakal segera terealisasi. Pemerintah pusat kini tengah gencar mendorong pembangunan jalur rel pertama di Bumi Borneo yang akan dimulai dari titik awal di Kalimantan Utara (Kaltara) dengan estimasi investasi mencapai Rp 25 triliun.

Kabar terbaru, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menjajaki peluang kerja sama dengan Rusia untuk mendanai proyek strategis ini. Peluang kolaborasi tersebut ditawarkan langsung oleh AHY saat menghadiri St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026 di Rusia, baru-baru ini.

"Langkah ini membuka peluang dalam manufaktur bersama peralatan kereta api, transfer teknologi persinyalan, serta pengembangan koridor kereta api dan logistik yang terintegrasi," ujar AHY dalam keterangan resminya. Langkah ini diakui sebagai bagian dari agenda Presiden Prabowo Subianto untuk pemerataan infrastruktur di luar Pulau Jawa.

Di tingkat daerah, rencana megaproyek ini direspons cepat. Jalur kereta api pertama ini direncanakan akan menghubungkan wilayah Malinau, Tana Tidung, hingga Tanjung Selor di Bulungan. Kehadiran moda transportasi massal ini diharapkan menjadi solusi jitu bagi wilayah pedalaman dan perbatasan yang selama ini masih bergantung pada transportasi darat dan sungai dengan waktu tempuh yang panjang.

Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, mengungkapkan bahwa salah satu investor nasional telah menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah daerah. Ia menilai investor tersebut menunjukkan keseriusan yang tinggi, sehingga Pemprov Kaltara menargetkan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bisa rampung tahun ini.

"Target untuk MoU antara Pemprov Kaltara dengan pihak investor dapat dilaksanakan atau ditandatangani bersama pada tahun ini," kata Zainal, mengutip dari Radar Tarakan.

Zainal menambahkan, dukungan pusat sangat kuat agar Kalimantan tidak lagi tertinggal dalam hal moda transportasi rel. Berdasarkan koordinasinya dengan Menko AHY, setelah Jawa, Sumatera, dan Sulawesi, kini giliran Kalimantan yang menjadi prioritas.

Target Terkoneksi ke IKN dan Lintas Negara

Tak sekadar menghubungkan antarwilayah di Kaltara, proyek ini dirancang untuk jangka panjang. Pemprov Kaltara berharap jalur kereta api ini nantinya dapat terus tersambung hingga ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Jika koridor Kaltara-IKN ini terwujud, jaringan perkeretaapian akan menjadi sistem transportasi terpadu yang kokoh. Bahkan, pemerintah mencanangkan jalur logistik ini bisa menembus batas negara.

"Harapannya juga bisa sampai ke Brunei Darussalam dan Malaysia," kata Zainal.

Jika proyek Rp 25 triliun ini berjalan mulus, keberhasilan tersebut akan menjadi tonggak sejarah baru (milestone) bagi dunia transportasi dan urat nadi logistik di seluruh daratan Kalimantan.(*)

 

 

Editor : Thomas Priyandoko
#kereta api #IKN #kaltara