KALTIMPOST.ID, Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap beredarnya tautan pendaftaran CPNS 2026 yang tidak resmi di berbagai platform digital. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengingatkan bahwa sejumlah link yang mengatasnamakan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) diduga merupakan upaya penipuan berbasis digital atau phishing.
Peringatan tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Lampung Selatan, Mhd Dharma Kurniawan. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh langsung mempercayai informasi yang berasal dari sumber yang tidak jelas, terutama yang menawarkan akses pendaftaran CPNS melalui tautan tertentu.
"Jangan sembarangan membuka atau mengakses link yang tidak berasal dari sumber resmi pemerintah. Bisa jadi itu merupakan upaya phishing untuk mencuri data pribadi," kata Dharma.
Ia menjelaskan, pelaku biasanya membuat situs yang tampilannya menyerupai laman resmi instansi pemerintah sehingga sulit dibedakan oleh masyarakat awam. Melalui cara tersebut, korban diarahkan untuk memasukkan berbagai informasi pribadi seperti NIK, alamat email, nomor telepon, hingga kata sandi akun.
Menurut Dharma, data yang berhasil diperoleh pelaku berpotensi disalahgunakan untuk berbagai tindak kejahatan siber. Karena itu, masyarakat diminta lebih teliti sebelum mengisi formulir atau memberikan informasi pribadi melalui internet.
"Modusnya adalah mengelabui calon korban agar menyerahkan data penting mereka. Setelah data diperoleh, pelaku dapat memanfaatkannya untuk kepentingan yang merugikan," ujarnya.
BKD Lampung Selatan menegaskan bahwa seluruh informasi mengenai seleksi ASN, baik CPNS maupun PPPK, hanya diumumkan melalui kanal resmi pemerintah. Oleh sebab itu, masyarakat disarankan untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya kepada orang lain.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak mudah tergiur oleh informasi yang menjanjikan proses pendaftaran cepat atau kelulusan instan. Semua tahapan seleksi ASN dilakukan secara transparan dan mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Sebelumnya, Badan Kepegawaian Negara (BKN) juga telah mengklarifikasi sejumlah informasi yang menyebut pendaftaran CPNS 2026 sudah dibuka. BKN memastikan informasi tersebut tidak benar dan mengimbau masyarakat hanya mengakses informasi dari sumber resmi pemerintah.
Dengan maraknya modus penipuan yang memanfaatkan tingginya minat masyarakat terhadap seleksi CPNS, pemerintah berharap masyarakat semakin cermat dalam menerima dan membagikan informasi yang beredar di media sosial maupun aplikasi perpesanan.
Editor : Ilmidza