Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Hore, Tunjangan Guru Honorer Naik Lagi Jadi Rp 2 Juta, ASN Sebesar Gapok

Hernawati • Jumat, 12 Juni 2026 | 18:22 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.

KALTIMPOST.ID, Pemerintah memberi kabar gembira untuk para guru dengan adanya sejumlah kebijakan yang mulai dijalankan pada tahun ini.

Salah satunya adalah menyejahterakan guru dengan menaikkan tunjangan untuk guru honorer dan guru ASN.

Baca Juga: Menkes Budi Izinkan Harga Obat Naik, Maksimal 20 Persen

Tunjangan ini akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing guru.

“Untuk kesejahteraan guru, tunjangan guru sekali lagi sudah dinaikkan. Guru non-ASN tunjangannya dinaikkan dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta, dan kemudian guru ASN tunjangannya sebesar gaji pokok,” kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti.

Abdul Mu’ti mengatakan, tunjangan itu akan ditransfer langsung ke rekening setiap bulannya.

Hal tersebut sebagai salah satu terobosan penting dan komitmen Presiden Prabowo untuk memastikan hak para guru diterima tepat waktu dan tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.

“Tunjangan akan ditransfer langsung ke rekening guru setiap bulan. Nah, ini yang membedakan dengan kebijakan sebelumnya dan ini menunjukkan komitmen Bapak Presiden untuk bagaimana proses birokrasi yang tidak birokratis dan agar guru dapat mendapatkan manfaat langsung dari transfer tunjangan yang ke rekening guru setiap bulan,” ucapnya.

Sementara itu, di sisi lain, pemerintah juga kembali membuka program beasiswa bagi guru yang belum memiliki kualifikasi pendidikan minimal Diploma IV (D4) atau Sarjana (S1) dengan kuota 150 ribu guru. Proses pendaftaran masih berlangsung.

“Nah, tahun ini kami mengalokasikan beasiswa untuk guru yang belum D4 atau S1 sebanyak 150.000 guru dengan nominal beasiswa sama dengan yang tahun 2025, Rp 3 juta per semester. Dan sekarang masih proses pendaftaran karena kami masih terus menunggu para guru untuk dapat mengikuti program ini,” tuturnya.

Sebanyak 12.500 guru penerima beasiswa D4 dan S1 dari pemerintah akan menyelesaikan pendidikan tahun in.

Abdul Mu’ti berharap Prabowo menghadiri acara wisuda tersebut.

“Kemudian untuk guru juga kami sampaikan bahwa tahun 2025 kami mengalokasikan beasiswa untuk 12.500 guru yang belum D4 atau S1 dengan beasiswa 3 juta per semester. Program ini sudah berjalan dengan sistem RPL (rekognisi pembelajaran lampau), sudah masuk semester kedua dan insyaallah sebagian akan bisa diwisuda pada tahun ini,” ujarnya.

“Kami rencanakan kalau nanti sudah selesai semua yang 12.500, kami harapkan nanti, kami mohon tadi kepada Bapak Presiden untuk dapat mewisuda 12.500 guru yang mendapatkan beasiswa S1 dengan sistem RPL,” sambungnya.

Editor : Hernawati
#guru #Guru ASN #Mendikdasmen Abdul Muti #Guru Non ASN #guru honorer