KALTIMPOST.ID, Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan perubahan skema pemberian insentif bagi dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dalam skema baru tersebut, besaran insentif tidak lagi diberikan dengan nominal yang sama untuk seluruh dapur.
Kebijakan ini muncul setelah BGN melakukan evaluasi terhadap sistem yang selama ini berlaku. Sebelumnya, setiap dapur MBG menerima insentif operasional sebesar Rp6 juta per hari, terlepas dari jumlah penerima manfaat yang dilayani.
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menilai mekanisme tersebut perlu diperbaiki agar lebih mencerminkan kebutuhan operasional di lapangan.
"Ke depan insentif akan disesuaikan dengan kondisi dan jumlah penerima manfaat yang dilayani masing-masing dapur," ujar Agustina.
Menurutnya, tidak adil apabila dapur yang melayani ribuan penerima manfaat memperoleh insentif yang sama dengan dapur yang melayani jumlah penerima lebih sedikit. Karena itu, BGN sedang menyusun formula baru agar pembagian insentif menjadi lebih proporsional.
Sebelum perubahan diterapkan, BGN akan lebih dulu melakukan pembenahan dan validasi data penerima manfaat. Langkah ini dinilai penting agar perhitungan kebutuhan operasional setiap dapur dapat dilakukan secara lebih akurat.
"Validitas data menjadi dasar penting sebelum penyesuaian insentif diberlakukan."
BGN memastikan evaluasi tersebut hanya menyasar komponen insentif operasional dapur dan tidak akan memengaruhi anggaran untuk bahan baku makanan. Dengan demikian, kualitas makanan yang diterima peserta Program MBG tetap menjadi prioritas utama pemerintah.
Sementara itu, Kepala BGN Nanik S. Deyang sebelumnya juga menegaskan bahwa evaluasi dilakukan untuk meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran sekaligus memastikan program berjalan lebih optimal.
Melalui kebijakan baru ini, pemerintah berharap dukungan operasional bagi dapur MBG dapat diberikan sesuai kebutuhan riil di lapangan. Dapur yang melayani lebih banyak penerima manfaat berpotensi memperoleh insentif lebih besar dibandingkan dapur dengan cakupan layanan yang lebih kecil.
"Tujuan utamanya adalah menciptakan sistem yang lebih adil, efisien, dan tepat sasaran dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis," tandasnya.
Editor : Ilmidza