Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Ricuh Diskusi UGM: Wamentan Sudaryono Mengaku Dipukul, Mahasiswa Beri Penjelasan soal Aksi Kejar Pejabat

Uways Alqadrie • Selasa, 16 Juni 2026 | 06:49 WIB
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono bersama Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko meninggalkan lokasi usai diskusi dengan mahasiswa di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Yogyakarta, Senin (15/6). Forum yang semula berlangsung terbuka berakhir ricuh setelah terjadi aksi protes mahasiswa. (FOTO: IST)
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono bersama Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko meninggalkan lokasi usai diskusi dengan mahasiswa di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Yogyakarta, Senin (15/6). (FOTO: IST)

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Diskusi terbuka yang menghadirkan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (15/6) malam, berakhir ricuh.

Sudaryono mengaku menjadi korban dugaan tindakan fisik ketika suasana diskusi memanas. Selain merasa dipukul, ia juga menyebut terjadi pelemparan air ke arah dirinya sehingga aparat keamanan meminta para narasumber meninggalkan lokasi.

Menurut Sudaryono, agenda tersebut telah dipersiapkan sejak lama dan dilaksanakan dengan seizin pihak kampus. Ia mengatakan dialog awalnya berlangsung sekitar 30 hingga 40 menit dengan suasana kondusif sebelum sekelompok mahasiswa meminta forum dihentikan.

Baca Juga: Bahlil Pastikan Harga Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik Meski Harga Minyak Dunia Bergejolak

Meski demikian, Sudaryono menegaskan dirinya tetap bersedia menerima berbagai pertanyaan maupun kritik dari peserta. Ia menilai perbedaan pandangan seharusnya diselesaikan melalui dialog terbuka.

Ia juga membantah tudingan bahwa dirinya bersama Nusron Wahid meninggalkan lokasi untuk menghindari mahasiswa. Sudaryono mengklaim sempat kembali menemui massa dan duduk bersama di jalan guna melanjutkan diskusi setelah kendaraan rombongan dihentikan demonstran.

Dalam dialog lanjutan tersebut, mahasiswa menyampaikan berbagai kritik, terutama mengenai persoalan pertanahan dan dugaan penggusuran.

 Sudaryono menyatakan pemerintah siap menindaklanjuti setiap laporan yang disampaikan dengan melakukan verifikasi terhadap kasus-kasus yang diadukan.

Sudaryono mengatakan pemerintah siap menindaklanjuti berbagai persoalan yang disampaikan mahasiswa, termasuk dugaan konflik agraria maupun kasus penggusuran. Bahkan, ia mengaku bersedia turun langsung ke lapangan dengan biaya pribadi apabila diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Menurutnya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjunjung tinggi prinsip demokrasi dan menganggap kritik sebagai bagian dari proses memperbaiki kebijakan. Karena itu, setiap masukan akan diterima selama disampaikan dengan tetap menghormati hak pihak lain untuk menyampaikan pendapat.

Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada mahasiswa yang datang dengan harapan mengikuti diskusi secara terbuka, namun forum tidak dapat berlangsung hingga tuntas akibat situasi yang memanas.

Sudaryono memastikan dirinya bersama jajaran pemerintah tetap siap memenuhi undangan dialog lanjutan, baik di Yogyakarta maupun Jakarta.

Di sisi lain, Ketua Serikat Mahasiswa UGM, Bintang Mesa, menyampaikan pandangan berbeda.

Menurutnya, para pejabat tidak pantas berbicara mengenai nilai-nilai Pancasila apabila kritik masyarakat masih dipandang sebagai gangguan dan berbagai persoalan yang dirasakan publik belum mendapat penyelesaian.

Mesa juga menilai ketegangan yang terjadi dalam forum merupakan dinamika yang lazim dalam negara demokrasi.

Baca Juga: Isi 14 Poin Perdamaian Iran-AS: Dana Rekonstruksi Rp5.316 Triliun Disiapkan Negara Arab

Ia berpendapat mahasiswa memilih menyuarakan aspirasi secara langsung karena merasa cara-cara yang selama ini ditempuh belum menghasilkan respons yang memadai dari pemerintah.

Terkait aksi mengejar rombongan pejabat usai forum, Mesa menegaskan tindakan tersebut dipicu keinginan mahasiswa memperoleh jawaban atas pertanyaan yang mereka ajukan.

Menurutnya, situasi itu tidak akan terjadi apabila para pejabat tetap berada di lokasi dan memberikan penjelasan kepada peserta diskusi.

Editor : Uways Alqadrie
#wamentan sudaryono #Presiden Prabowo #nusron wahid #kementerian pertanian #Universitas Gadjah Mada (UGM)