KALTIMPOST.ID - Perum Bulog menyatakan kesiapannya untuk memenuhi rencana ekspor beras premium sebanyak 10 ribu ton ke Singapura seiring melimpahnya stok pangan nasional.
Sebagai langkah utama, Bulog telah mengamankan cadangan sekitar 200 ribu ton beras premium dengan spesifikasi pecahan 5 persen yang siap dikirimkan sewaktu-waktu ke negara singa tersebut.
"Yang 10 ribu ton (wacana ekspor ke Singapura) tersebut jadi kita sudah siapkan. Kami juga sudah stok kalau enggak salah sekarang ada sekitar 200 ribu ton yang sudah standby dengan kriteria beras premium pecahan 5 persen. Kalau sewaktu-waktu diminta cepat, kita bisa kirimkan," kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam konferensi pers di Gudang Bulog Kanwil DKI Jakarta, Jakarta Utara, Senin (29/6), dilansir dari CNN, Selasa (30/6).
Rencana penjajakan ekspor ini merupakan tindak lanjut nyata dari hasil diskusi bilateral antara Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dengan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu.
Tingginya pengadaan dalam negeri membuat Perum Bulog gencar memperluas jangkauan pasar hingga ke ranah internasional.
Berdasarkan data kesepakatan dan komunikasi antarnegara, berikut adalah daftar negara tetangga yang menjadi target kerja sama ekspor komoditas pangan oleh Indonesia:
· Singapura: Permintaan minimal sebesar 10 ribu ton beras premium sebagai tahap awal kerja sama.
· Malaysia: Memiliki potensi permintaan terbesar mencapai 500 ribu ton beras, di mana pihak Bulog akan segera mendiskusikan harga yang cocok.
· Uni Emirat Arab (UEA): Menyampaikan minat impor yang sangat besar, mencapai 50 ribu ton beras per bulan atau setara 600 ribu ton dalam setahun.
· Timor Leste dan Papua Nugini (PNG): Menjadi negara mitra regional yang memiliki potensi pasar ekspor strategis di masa mendatang.
Lonjakan Produksi Gabah dan Stok Beras Nasional
Melimpahnya pasokan beras dalam negeri dipicu oleh tingginya produksi gabah nasional pada tahun ini. Hingga akhir Juni, penyerapan Perum Bulog melonjak signifikan dengan mengamankan lebih dari 3,2 juta ton beras, atau setara 80 persen dari target tahunan sebesar 4 juta ton. Bulog bahkan memprediksi total serapan hingga akhir tahun bisa menembus angka 4,5 hingga 5 juta ton.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menambahkan bahwa ketahanan pangan nasional saat ini berada dalam kondisi yang sangat aman dengan total stok mencapai 5,1 juta ton. Ruang surplus yang lebar inilah yang dimanfaatkan pemerintah untuk menyuplai kebutuhan negara tetangga sekaligus mengusulkan kerja sama komoditas pangan lain secara berkelanjutan.
"Kami mengusulkan ekspor minimal 10 ribu ton beras dari Indonesia ke Singapura. Selain itu, kami juga ingin meningkatkan kerja sama untuk komoditas ayam, telur, minyak sawit, serta memperkuat pertukaran teknologi pertanian. Ini menjadi langkah kolaborasi yang saling menguntungkan bagi kedua negara," kata Mentan Amran dalam keterangan resminya, Senin (29/6).***
Editor : Dwi Puspitarini