Dugaan tersebut mencuat setelah meninggalnya dr. Elisa Princilia Utami Pakaenoni atau dr. Icha, yang disebut mengalami tekanan psikologis usai insiden di rumah sakit.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengatakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT) telah diminta memanggil Theresius untuk memberikan klarifikasi. Hasil pemanggilan itu selanjutnya akan dilaporkan kepada pengurus pusat sebagai bahan evaluasi.
Baca Juga: Pimpinan Ponpes di Bogor Jadi Tersangka Pencabulan Santriwati, Putranya Ikut Terseret Kasus
Menurut Sarmuji, partai tidak akan terburu-buru mengambil keputusan sebelum seluruh fakta terkumpul. Golkar, kata dia, akan memastikan terlebih dahulu apakah benar terjadi tindakan intimidasi dan apakah tindakan tersebut memiliki keterkaitan dengan kondisi psikologis korban.
"Jika nantinya terbukti melakukan pelanggaran, tentu akan ada sanksi sesuai mekanisme partai," ujarnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (1/7).
Kasus ini bermula dari meninggalnya dr. Icha yang ditemukan tidak bernyawa di rumah orang tuanya di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, Jumat (26/6) petang.
Sebelumnya, dokter yang bertugas di RS Leona itu dikabarkan mengalami tekanan mental setelah diduga mendapat perlakuan intimidatif saat menangani pasien anak korban gigitan ular pada pertengahan Juni lalu.
Dalam proses penyelidikan, polisi telah meminta keterangan tiga anggota DPRD yang diduga berada di lokasi saat peristiwa tersebut terjadi. Mereka berasal dari Fraksi Golkar, PKB, dan PDIP.
Keluarga korban menyebut dr. Icha sempat mengalami ketakutan dan tekanan psikologis setelah mendapat bentakan ketika menjalankan tugas sebagai tenaga medis. Dugaan itu kini masih didalami aparat kepolisian, sementara masing-masing partai politik juga melakukan pemeriksaan internal terhadap kader yang disebut terlibat.
Editor : Uways Alqadrie