KALTIMPOST.ID, PURWAKARTA – Penyebab kematian Yogi Saleh (40), Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta, masih didalami aparat kepolisian.
Sejumlah temuan di lokasi kejadian mengarah pada dugaan korban sempat beberapa kali berupaya mengakhiri hidup sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara mengatakan penyidik masih mengumpulkan seluruh bukti ilmiah sebelum menyimpulkan penyebab pasti kematian korban. Hasil autopsi, uji DNA, dan pemeriksaan laboratorium forensik masih ditunggu.
Baca Juga: Terekam CCTV Juanda, Ini Ciri-ciri Pria Misterius yang Diduga Terakhir Bersama Ruly Yunis
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, dugaan pertama mengarah pada upaya gantung diri menggunakan kabel. Namun kabel tersebut diduga putus sehingga korban terjatuh. Polisi menemukan luka memar pada bagian kaki yang diduga berkaitan dengan peristiwa itu.
Selain itu, tim penyidik juga menemukan indikasi adanya cairan parfum di dalam lambung Yogi Saleh. Temuan tersebut masih diperiksa lebih lanjut dengan mencocokkan sampel cairan tubuh korban dan barang bukti yang ditemukan di lokasi.
Penyelidikan juga mengungkap adanya dugaan upaya melukai bagian leher menggunakan benda tajam sebelum korban akhirnya mengalami luka tusuk di bagian ulu hati yang menyebabkan kematian.
Untuk mengungkap penyebab pasti kematian, Polres Purwakarta kembali melakukan olah TKP bersama Tim Inafis Polda Jawa Barat dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri.
Baca Juga: Cara Reserve Username WhatsApp 2026, Segera Klaim Nama Akun Sebelum Dipakai Orang Lain
Yogi Saleh ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Minggu (14/6). Jasad korban pertama kali ditemukan oleh istrinya yang baru pulang bersama anak dan mertuanya.
Hingga kini, polisi belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai penyebab kematian Yogi Saleh dan masih menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari tim forensik.
Editor : Uways Alqadrie