Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Gerebek Bandar Sabu di Katingan, Satu Polisi Gugur, Dua Hilang Terbawa Arus Sungai, Satu Warga Tewas Tertembak

Ari Arief • Kamis, 2 Juli 2026 | 13:32 WIB
PENGGEREBEKAN; Suasana penggerebekan di Katingan yang berujung satu polisi gugur, dua lainnya hilang, dan satu warga tewas.(dok polres katingan)
PENGGEREBEKAN; Suasana penggerebekan di Katingan yang berujung satu polisi gugur, dua lainnya hilang, dan satu warga tewas.(dok polres katingan)

 

KALTIMPOST.ID,KATINGAN–Operasi penangkapan bandar narkotika jenis sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, pada Kamis (2/7) dini hari berakhir tragis. Insiden berdarah tersebut mengakibatkan seorang anggota Polri gugur, dua personel hilang, serta seorang warga sipil tewas tertembak setelah massa melakukan perlawanan brutal.

Hingga Kamis siang, tim gabungan dari Polres Katingan dengan dukungan Sat Brimob Polda Kalteng masih terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai setempat untuk mencari dua personel yang dilaporkan hilang.

Baca Juga: Dukung Program Prioritas Nasional, Polres PPU Sabet Juara III Lomba Ketahanan Pangan Polda Kaltim

Kapolres Katingan, AKBP Dodik Harono membenarkan peristiwa memilukan tersebut saat dikonfirmasi media ini. "Ya benar, satu anggota meninggal dunia dan saat ini dibawa ke RS Bhayangkara Palangka Raya, dua orang polisi masih kita cari. Kami di-back up Brimob Polda Kalteng. Nanti akan saya update informasi selanjutnya," ujar Dodik, Kamis (2/7).

Kronologi Penggerebekan hingga Bentrokan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat Satresnarkoba Polres Katingan bergerak menindaklanjuti laporan masyarakat terkait maraknya peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei. Target operasi adalah seorang residivis kasus narkotika berinisial BIO dan rekannya, BUSU.

Baca Juga: Warga PPU Harap Bersiap, BMKG Prakirakan Cuaca Berfluktuasi dari Kabut hingga Cerah Terik

Tim yang dipimpin langsung Kasat Resnarkoba berangkat pada Rabu (1/7) malam sekitar pukul 21.00 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 00.30 WIB. Setibanya di desa sasaran, personel langsung dibagi menjadi dua tim: tim penindakan dan tim pendukung.

Petugas sebenarnya berhasil mengamankan BIO. Namun, situasi mendadak mencekam ketika pihak keluarga target melakukan perlawanan sengit. Akibat situasi yang kian mengancam keselamatan, petugas melepaskan tembakan peringatan yang dilanjutkan dengan tindakan tegas terukur. Tembakan tersebut mengenai seorang warga bernama Teriyo (40), yang kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Dikepung Massa, Anggota Nekat Terjun ke Sungai

Baca Juga: Usai Upacara Bhayangkara, Polres PPU Langsung Bagi Setengah Ton Beras SPHP Gratis ke Warga

Tewasnya Teriyo memicu kemarahan besar warga desa. Ratusan massa bersenjata tajam, balok kayu, hingga senjata api rakitan langsung mengepung petugas. Kalah jumlah, tim penindakan terpaksa mundur dan meminta bantuan.

Dalam upaya menyelamatkan diri dari amukan massa, sejumlah anggota polisi nekat terjun ke sungai dan berlindung di sebuah pulau kecil di tengah aliran sungai. Namun, kepungan massa tidak berhenti. Diduga mendapat ancaman tembakan dari arah daratan, para anggota yang bertahan di pulau kecil tersebut terpaksa kembali berenang menyeberangi sungai dalam kondisi kelelahan.

Baca Juga: Dukung Program Prioritas Nasional, Polres PPU Sabet Juara III Lomba Ketahanan Pangan Polda Kaltim

Nahas, kuatnya arus dan kondisi fisik yang menurun membuat tiga personel mengalami kesulitan di tengah sungai. Satu personel ditemukan meninggal dunia, sedangkan dua lainnya terseret arus dan hingga kini belum ditemukan. Sementara itu, lima anggota lainnya berhasil mencapai tepian dan menyelamatkan diri di dalam hutan sebelum akhirnya dievakuasi.

Di tempat terpisah, tim pendukung yang menggunakan kendaraan sempat dihadang massa di jalan, namun berhasil lolos melalui manuver cepat dan mengamankan diri di Polsek Katingan Tengah.

Baca Juga: Piala Dunia 2026, 10 Tim Segel Tiket 16 Besar, AS Tantang Belgia di Seattle

Saat ini, situasi di Desa Tumbang Kalemei masih dijaga ketat oleh personel gabungan guna mengantisipasi potensi bentrokan susulan. Sementara itu, seluruh jenazah korban, baik dari pihak kepolisian maupun warga sipil, telah dievakuasi ke rumah sakit untuk proses penanganan lebih lanjut.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#Katingan Kalimantan Tengah #warga #narkoba #polisi