Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Katingan Kalteng Mencekam! 50 Brimob Dikirim Berburu Dua Polisi yang Hilang di Sungai

Ari Arief • Jumat, 3 Juli 2026 | 09:27 WIB
Ilustrasi Brimob Polda Kalteng dikerahkan untuk menemukan dua anggota polisi yang hilang pasca penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah.(generate ai)
Ilustrasi Brimob Polda Kalteng dikerahkan untuk menemukan dua anggota polisi yang hilang pasca penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,KATINGAN—Situasi di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah, hingga kini masih mencekam pasca-bentrokan berdarah antara warga dengan aparat kepolisian saat penggerebekan narkoba. Guna mengantisipasi eskalasi massa, sebanyak 50 personel Satuan Brimob Polda Kalteng resmi diterjunkan ke tempat kejadian perkara (TKP).

Pengerahan pasukan elite ini dilakukan menyusul kondisi lokasi yang belum sepenuhnya kondusif serta misi darurat untuk memburu dua anggota Polres Katingan yang dilaporkan hilang misterius setelah menceburkan diri ke sungai saat menyelamatkan diri dari kepungan massa.

Baca Juga: Diduga Ucap ‘Bismillah’ Saat Eksekusi Penalti, Cristiano Ronaldo Gegerkan Piala Dunia 2026

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengungkapkan, pihaknya terpaksa meminta bantuan pengamanan ekstra dari Polda Kalteng karena potensi gangguan keamanan di wilayah tersebut masih sangat tinggi.

"Kami telah meminta perbantuan personel kurang lebih sebanyak 50 orang untuk back up di lokasi kejadian. Selain mengamankan lokasi, personel gabungan dari Brimob dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng ini juga diterjunkan untuk melakukan penyisiran dan mempercepat pencarian dua anggota kami yang sampai saat ini belum ditemukan," kata Dodik, dikutip Jumat (3/7/2026) sore.

Baca Juga: Gerak Cepat, Unit Reskrim Polsek Babulu PPU Amankan 4 Terduga Maling Padi dan Pupuk, Dua DPO

Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Budi Rachmat menegaskan bahwa seluruh personel bantuan telah diberangkatkan dan digeser menuju lokasi konflik.

Kronologi Penggerebekan Berdarah

Tragedi ini bermula saat Satresnarkoba Polres Katingan menggerebek sarang peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei pada Kamis (2/7/2026) dini hari pukul 00.30 WIB. Polisi sedianya menyasar residivis narkoba berinisial BIO dan rekannya, BUSU.

Baca Juga: Bupati Langkat Syah Afandin Diamankan KPK dalam OTT, Ini Perkembangannya

Operasi yang awalnya berjalan lancar mendadak berubah menjadi petaka saat sejumlah orang di dalam rumah melakukan perlawanan brutal menggunakan senjata tajam jenis parang. Karena nyawa petugas terancam, polisi mengambil tindakan tegas terukur yang mengakibatkan seorang penyerang bernama Teriyo (40) tewas di tempat.

Tewasnya Teriyo menyulut kemarahan besar keluarga dan warga sekitar. Dalam hitungan jam, puluhan warga yang mempersenjatai diri dengan parang, balok kayu, hingga senjata api rakitan langsung mengepung belasan anggota polisi.

Baca Juga: Dokter Tifa Tolak Restorative Justice, Jokowi Siap Hadir Bawa Ijazah Asli ke Sidang

Anggota Gugur dan Hilang di Sungai

Kalah jumlah, tim kepolisian berupaya menyelamatkan diri secara terpisah. Sebagian personel terjebak di sebuah pulau kecil dan terpaksa menyeberangi sungai berarus deras untuk menghindari amukan massa.

Setelah situasi berhasil dikendalikan oleh tim bantuan, polisi menemukan salah satu anggotanya, Aipda Yudhi Perdana Putra, dalam kondisi meninggal dunia di atas sebuah lanting (rumah terapung) dengan luka bacok serius di bagian kepala.

Baca Juga: Andi Burhanuddin Solong Bakal Duduki Kursi DPRD Kaltim Lewat PAW NasDem, Tinggal Tunggu SK Kemendagri

Hingga berita ini diturunkan, fokus utama 50 personel Brimob di lapangan adalah menjaga stabilitas keamanan desa dan menyisir kawasan hutan serta aliran sungai guna menemukan dua personel lainnya, yakni Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, yang masih dinyatakan hilang.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#Katingan Kalimantan Tengah #narkoba #polisi #brimob