KALTIMPOST.ID, KATINGAN – Tim gabungan Polda Kalimantan Tengah bersama Polres Katingan berhasil mengamankan seorang pria berinisial A yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap anggota Satresnarkoba Polres Katingan saat operasi pemberantasan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, fokus utama kepolisian saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh personel yang terlibat dalam operasi, sebelum mengembangkan penyelidikan terhadap seluruh pelaku.
Terduga pelaku diamankan di sebuah lanting sedot emas di kawasan Desa Tumbang Pariyei, yang diduga menjadi lokasi persembunyiannya setelah insiden berdarah tersebut. Saat ini, pria berinisial A telah dibawa ke markas kepolisian untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Baca Juga: Tangis Wakil Bupati Langkat Pecah setelah Syah Afandin Terjaring OTT KPK Dugaan Suap Proyek
Penyidik masih mendalami sejauh mana keterlibatan pelaku dalam aksi penyerangan yang menyebabkan gugurnya Aipda Yudhi Perdana Putra. Polisi juga terus mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap peran masing-masing pihak yang terlibat.
Meski satu orang telah diamankan, pengejaran terhadap pelaku lain masih berlangsung. Aparat gabungan terus menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian para pelaku yang ikut menyerang petugas saat operasi berlangsung.
Kapolres menegaskan seluruh pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Kepolisian berkomitmen mengusut tuntas kasus penyerangan terhadap aparat hingga semua pihak yang bertanggung jawab berhasil ditangkap.
Insiden tersebut bermula saat tim Satresnarkoba Polres Katingan melakukan penggerebekan terhadap dua terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei. Operasi yang semula berjalan sesuai rencana berubah menjadi ricuh setelah petugas mendapat perlawanan dari keluarga pelaku dan sejumlah warga.
Dalam peristiwa itu, Aipda Yudhi Perdana Putra gugur akibat mengalami luka bacok di bagian kepala. Sementara dua anggota lainnya, Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, sempat dilaporkan hilang setelah berupaya menyelamatkan diri dengan menyeberangi sungai untuk menghindari kepungan massa.
Baca Juga: Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan Berujung Maut, 1 Polisi Gugur dan 2 Anggota Hilang
Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan telah mengerahkan personel tambahan dari Polda Kalteng untuk memperkuat proses penyelidikan sekaligus melakukan pencarian terhadap dua anggota yang belum ditemukan.
Selain operasi pencarian, tim gabungan juga bertugas mengungkap seluruh rangkaian peristiwa dan memburu seluruh pelaku penyerangan hingga tuntas.
Editor : Uways Alqadrie