Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau 2026 Berlangsung pada Agustus, Ini Wilayah yang Perlu Waspada

Ilmidza • Minggu, 5 Juli 2026 | 18:35 WIB
Ilustrasi musim kemarau.
Ilustrasi musim kemarau.

KALTIMPOST.ID, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim kemarau di Indonesia akan terjadi secara bertahap mulai Juli hingga September 2026. Dari periode tersebut, Agustus diprediksi menjadi bulan dengan puncak kemarau paling luas karena mencakup hampir setengah wilayah musim di Indonesia.

BMKG menyebutkan, pada Juli sekitar 83 Zona Musim (ZOM) telah memasuki puncak kemarau. Jumlah itu diperkirakan meningkat tajam menjadi 369 ZOM pada Agustus, kemudian menurun menjadi sekitar 169 ZOM pada September.

"Puncak musim kemarau dengan cakupan wilayah terluas diperkirakan terjadi pada Agustus 2026," tulis BMKG dalam prakiraan musim kemarau.

Daerah yang Diperkirakan Mengalami Puncak Kemarau

Selama Juli, puncak musim kemarau diprediksi melanda sejumlah wilayah di Sumatra, sebagian Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Memasuki Agustus, kondisi kemarau diperkirakan meluas ke sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, serta sejumlah wilayah di Papua.

Hujan Masih Berpotensi Turun

Meski sebagian besar wilayah mulai memasuki musim kemarau, BMKG mengingatkan bahwa hujan masih berpotensi terjadi di beberapa daerah. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai fenomena atmosfer, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan gelombang Rossby Ekuatorial yang masih aktif.

Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap musim kemarau sebagai periode tanpa hujan sama sekali. Pada waktu tertentu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi di sejumlah wilayah.

Masyarakat Diminta Bersiap

BMKG mengimbau masyarakat untuk mulai mengantisipasi berbagai dampak musim kemarau, mulai dari meningkatnya suhu udara, berkurangnya ketersediaan air bersih, hingga potensi kebakaran hutan dan lahan.

Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan tetap mengikuti pembaruan informasi cuaca dari BMKG agar dapat mengantisipasi perubahan kondisi atmosfer yang masih memungkinkan terjadinya hujan di tengah musim kemarau.

Editor : Ilmidza
#musim kemarau 2026