KALTIMPOST.ID,
Setelah seleksi SNBT selesai, banyak lulusan sekolah menengah menantikan pembukaan pendaftaran sekolah kedinasan, salah satunya di bawah naungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Hingga awal Juli 2026, jadwal resmi pendaftaran untuk tahun ini belum dirilis. Pihak Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyatakan bahwa prosesnya masih dipersiapkan dan meminta calon pelamar untuk menunggu informasi resmi lebih lanjut. Sebagai gambaran, pendaftaran pada tahun lalu (2025) berlangsung mulai 29 Mei hingga 18 Juli.
Sambil menunggu jadwal resmi, para calon taruna/taruni (catar) dapat menggunakan persyaratan tahun lalu sebagai acuan untuk mempersiapkan diri.
Syarat Masuk Sekolah Kedinasan Kemenhub
1. Kriteria Nilai Akademik
- Lulusan Tahun Berjalan (belum ada ijazah): Rata-rata nilai rapor semester genap kelas 11 dan semester ganjil kelas 12 minimal 70,00 (skala 100).
- Lulusan yang Sudah Memiliki Ijazah: Rata-rata nilai ujian kelulusan minimal 7,0 (skala 10), 70,00 (skala 100), atau 2,8 (skala 4).
- Khusus Formasi Orang Asli Papua (OAP): Rata-rata nilai ujian di ijazah minimal 6,5 (skala 10), 65 (skala 100), atau 2,6 (skala 4).
- Catatan: Jika nilai ijazah menggunakan skala 1-10 atau 1-4, wajib dikonversi ke skala 10-100 dengan menyertakan surat keterangan resmi dari kepala sekolah.
2. Standar Fisik & Kesehatan
- Sehat jasmani dan rohani, serta bebas dari HIV/AIDS dan narkoba.
- Penglihatan: Normal (tidak minus, tidak plus, tidak berkacamata) dan tidak buta warna (parsial maupun total).
- Tinggi Badan Minimal:
- Umum: Laki-laki minimal 160 cm, perempuan minimal 155 cm.
- Khusus Prodi Penerbangan tertentu (D3 PKP, PPKP, OBU, MBU, MTU, OPU): Laki-laki minimal 165 cm, perempuan minimal 160 cm.
3. Ketentuan Umum Lainnya
- Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 16–23 tahun per 1 September tahun berjalan.
- Belum pernah menikah dan berkomitmen tidak menikah selama masa seleksi serta pendidikan.
- Tato & Tindik: Tidak boleh bertato/bekas tato. Laki-laki tidak boleh ditindik, sedangkan perempuan hanya boleh ditindik di telinga (maksimal 1 pasang). Pengecualian hanya berlaku untuk alasan adat/agama tertentu yang dibuktikan dengan surat keterangan resmi.
- Bersih dari catatan kriminal dan tidak pernah dikeluarkan (DO) dari sekolah kedinasan Kemenhub sebelumnya.
- Memiliki email dan nomor telepon aktif, membayar biaya pendaftaran, serta bersedia menandatangani Pakta Integritas (bermeterai Rp10.000).
- Siap ditempatkan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenhub di seluruh Indonesia setelah lulus.
Biaya Pendaftaran per Perguruan Tinggi
Tarif pendaftaran berbeda-beda tergantung pada sekolah kedinasan yang dipilih:
Biaya Meterai Dokumen Pernyataan:
- Biaya meterai Pakta Integritas: Rp 10.000
Biaya Pendaftaran per Perguruan Tinggi:
Biaya Rp 300.000:
- Politeknik Transportasi Darat Indonesia STTD (PTDI-STTD)
- Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal
- Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun
Biaya Rp 200.000:
- Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya
Biaya Rp 150.000:
- Politeknik Transportasi Sungai Danau, dan Penyeberangan (Poltrans SDP) Palembang
- Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali
- Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Banten
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Barombong
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sorong
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sumatera Barat
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sulawesi Utara
- Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug
- Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Palembang
- Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi
Biaya Rp 135.000:
- Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang
- Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar
Biaya Rp 125.000:
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh
Biaya Rp 100.000:
- Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Makassar
- Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Jayapura
- Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Medan
Alur dan Tahapan Seleksi
Proses seleksi menggunakan sistem gugur dengan tahapan sebagai berikut:
- Tahap I: Seleksi Administrasi
- Tahap II: Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)
- Tahap III (Sistem Gugur): Tes Kesehatan dan Psikotes
- Tahap IV (Penilaian Akhir):
- Tes Kebugaran Jasmani (Bobot 15%)
- Wawancara & Performance Test (Bobot 15%)
- Penilaian Prestasi/Penghargaan (Bobot 20%)
Pilihan Program Studi (Prodi) & Kuota Formasi
Beberapa contoh kampus dan program studi yang dibuka pada periode sebelumnya meliputi:
- Matra Darat/Perkeretaapian: D4 Transportasi Darat (PTDI-STTD), D4 Rekayasa Sistem Transportasi Jalan (PKTJ Tegal), D3 Teknologi Elektro Perkeretaapian (PPI Madiun), D3 Manajemen Logistik (Poltrada Bali), dll.
- Matra Laut: D4 KALK (STIP Jakarta), D4 Nautika (PIP Semarang & Makassar), D3 Permesinan Kapal (Poltekpel Banten & Barombong), dll.
- Matra Udara: D3 Pertolongan Kecelakaan Pesawat (PPI Curug), D3 Manajemen Bandar Udara (Poltekbang Jayapura), D3 Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran Penerbangan (Poltekbang Palembang), D3 Operasi Pesawat Udara (API Banyuwangi), dll.