KALTIMPOST.ID - Viralnya kembali video lama yang memperlihatkan Bobby Nasution berkelakar tentang nama panggilan Ondim menjadi perhatian publik setelah OTT KPK yang menjerat Bupati Langkat nonaktif, Syah Afandin. Video tersebut direkam beberapa pekan sebelum operasi tangkap tangan dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi.
Nama Bobby Nasution kembali ramai diperbincangkan setelah cuplikan sambutannya dalam acara pelantikan pengurus PAN Sumatera Utara pada Juni 2026 beredar luas di media sosial. Dalam kesempatan itu, Bobby melontarkan candaan mengenai nama panggilan Syah Afandin yang akrab disapa Ondim.
Setelah OTT KPK terhadap Syah Afandin, candaan tersebut kembali menjadi bahan pembicaraan. Namun saat dimintai tanggapan terkait video yang viral itu, Bobby memilih merespons dengan santai.
Saat ditemui di Kantor Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di Medan, Senin (6/7), Bobby tidak memberikan penjelasan panjang terkait candaan yang pernah ia sampaikan.
Ia justru mengarahkan pertanyaan tersebut kepada Wakil Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti, yang kini ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat.
"Nah tanya Bu Teo (Tiorita Br Surbakti) aja nih, apa ininya, gimana komitmen beliau nih," kata Bobby Nasution di Kantor Pemprov Sumut, Medan, Senin (6/7), dilansir dari CNN, Selasa (7/7).
Meski demikian, Tiorita tidak memberikan tanggapan ketika pertanyaan itu diarahkan kepadanya.
Video yang kini ramai beredar berasal dari acara pelantikan pengurus DPW dan DPD PAN se-Sumatera Utara periode 2024-2029 yang berlangsung di Deli Serdang pada 14 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Bobby sempat mengajak peserta acara menebak arti nama panggilan Ondim yang digunakan Syah Afandin.
"Udah tahu ya? Tahu? Bagi yang belum tahu, On-Dim itu singkatan dari Ongkos Di Muka," kata Bobby saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan pengurus PAN Sumut.
Ucapan tersebut langsung disambut tawa para kader yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Bobby kemudian melanjutkan candaannya dengan mengaitkan istilah itu dengan proses pemilihan ketua PAN di tingkat kabupaten dan kota.
"Jadi, tadi yang maju-maju di depan ini tadi tum (Ketua Umum Zulkifli), yang dilantik sekaligus sama Bang On-Dim tadi perlu kita tanya juga tadi satu-satu ini. Berlaku enggak nama On-Dim tadi pas mau mendapatkan ketua Kabupaten/Kota tadi," ujar Bobby
Di akhir sambutan, Bobby juga memuji pelaksanaan acara pelantikan yang dinilai berlangsung meriah.
"Luar biasa Bang On-Dim. Kami kira tadi acaranya di Deli Serdang, di tempat yang dulu. Kalau tempat-tempat yang dulu, kita bilang Bang On-Dim jangan di sana. Itu terlalu kecil," katanya.
Sorotan terhadap video tersebut muncul setelah OTT KPK di Sumatera Utara pada 2 Juli 2026. Dalam operasi tersebut, KPK menangkap sejumlah pihak, termasuk Bupati Langkat Syah Afandin.
KPK kemudian menetapkan Syah Afandin sebagai tersangka dan membawanya ke Jakarta untuk menjalani proses hukum.
Penyidik menduga Syah Afandin menerima suap terkait proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Langkat. Nilai dugaan suap yang terungkap dalam perkara ini mencapai Rp800 juta.
Menurut KPK, uang tersebut diduga diberikan oleh pihak swasta sekaligus tim sukses Syah Afandin pada Pilkada 2024, yakni Yaqub Abdhal Al Mu'arif.
Daftar Pihak yang Diamankan dalam OTT KPK
Dalam operasi tangkap tangan tersebut, KPK mengamankan tujuh orang, yaitu:
· Syah Afandin (Bupati Langkat)
· Yaqub Abdhal Al Mu'arif
· Ilhamsyah (Plt Kepala Dinas Pendidikan Langkat)
· Akbar (ajudan bupati)
· Zulkifli (sopir bupati)
· Syahrial
· Sugiarto (pihak swasta)
Kasus ini masih terus dikembangkan oleh KPK untuk menelusuri aliran dana serta pihak-pihak lain yang diduga terlibat.***
Editor : Dwi Puspitarini