Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Indonesia Cetak Sejarah, Presiden Prabowo Resmikan Penggunaan Biosolar B50

Ilmidza • Kamis, 9 Juli 2026 | 19:19 WIB
Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo Subianto.

KALTIMPOST.ID, ​Pemerintah secara resmi memulai penerapan program Biosolar B50 sebagai langkah strategis dalam memperluas alternatif sumber energi sekaligus menekan pemakaian bahan bakar minyak bumi. Dalam acara peluncuran yang digelar di Rest Area Km 57, Karawang, Jawa Barat, pada Kamis (8/7/2026), Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia kini mengukuhkan posisinya sebagai pelopor global yang mewajibkan penggunaan campuran biodiesel hingga 50 persen.

​Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pencapaian ini tidak sekadar memperlihatkan kemajuan di bidang teknologi, melainkan menjadi bukti nyata atas kemampuan bangsa dalam mengelola potensi alam secara mandiri demi kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, momentum ini merupakan langkah krusial untuk mewujudkan kedaulatan energi nasional.

​Sebagai informasi, regulasi B50 menginstruksikan pencampuran 50% bahan bakar nabati ke dalam solar. Kebijakan strategis ini sengaja digulirkan guna memangkas volume impor bahan bakar, mendongkrak nilai jual komoditas alam dalam negeri, serta memperkokoh stabilitas ekonomi dan energi nasional. Bagi pemerintah, kebijakan ini melampaui sekadar menaikkan kadar biodiesel, melainkan sebuah instrumen penting demi menjaga kemandirian dan ketahanan energi Indonesia.

​Landasan hukum kebijakan ini bersumber pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025 terkait tata kelola bahan bakar nabati, yang diperkuat dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 yang mengatur keharusan komposisi bauran solar tersebut.

​Terkait proses peralihan, perusahaan penyalur BBM diberikan tenggat waktu penyelesaian hingga akhir September 2026 untuk mengosongkan sisa pasokan dengan formula lama (B40), sebelum nantinya bermigrasi total ke formula B50. Pemerintah menjamin seluruh aspek pendukung mulai dari regulasi, jalur distribusi, ketersediaan stok, hingga kesiapan teknis telah matang. Rangkaian uji coba juga telah merampungkan evaluasi performa, tingkat keamanan, serta kesesuaian bahan bakar baru ini terhadap berbagai tipe mesin diesel yang beroperasi di masyarakat.

Editor : Ilmidza
#bbm b50 #b50