Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Bulog Siapkan Beras SPHP Premium, Langkah Baru untuk Redam Harga Beras yang Terus Naik

Dwi Puspitarini • Senin, 13 Juli 2026 | 05:51 WIB
CADANGAN: Stok beras SPHP dan beras CPP di Gudang Bulog Kaltim-Kaltara Klandasan.
Ilustrasi. Bulog menyiapkan Beras SPHP Premium sebagai strategi baru untuk membantu menekan harga beras premium yang masih mengalami kenaikan di pasaran.

KALTIMPOST.ID - Bulog menyiapkan Beras SPHP Premium sebagai strategi baru untuk membantu menekan harga beras premium yang masih mengalami kenaikan di pasaran. Berbeda dengan operasi pasar selama ini yang hanya menggunakan beras SPHP kategori medium, pemerintah kini tengah mengkaji perluasan program agar intervensi lebih tepat sasaran.

Rencana Beras SPHP Premium telah diajukan Bulog kepada pemerintah untuk dibahas lebih lanjut. Langkah ini diharapkan dapat melengkapi skema operasi pasar yang selama ini dinilai belum cukup efektif dalam memengaruhi harga beras premium di tingkat konsumen.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan konsep tersebut sudah disampaikan kepada Menteri Pertanian dan Menteri Koordinator Bidang Pangan sebagai bahan pertimbangan sebelum diputuskan pemerintah.

"Untuk kenaikan harga beras premium ini kami juga adakan beras SPHP premium jadi bukan hanya beras SPHP medium, tapi kami juga coba munculkan launching beras SPHP premium," ujar Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangannya, dilansir dari inews, Senin (13/7/2026).

Bulog Nilai Operasi Pasar Perlu Menyasar Beras Premium

Menurut Bulog, operasi pasar menggunakan beras SPHP medium selama ini belum mampu menekan kenaikan harga pada segmen beras premium. Karena itu, pemerintah didorong menghadirkan Beras SPHP Premium agar intervensi harga lebih efektif sesuai karakter pasar.

Rizal menjelaskan, konsep tersebut disusun setelah melihat bahwa kenaikan harga beras premium tidak banyak dipengaruhi oleh distribusi beras medium di pasaran.

"Kenapa setiap ada kenaikan harga beras premium kalau kita banjiri dengan beras SPHP medium itu tidak mengena, jadi harus dilaksanakan operasi pasar dengan beras SPHP premium juga oleh karena itu kami kemarin sudah membuat konsep beras SPHP premium ini untuk menurunkan harga-harga beras SPHP yang agak meningkat selama ini," kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.

Harga dan Volume Masih Menunggu Keputusan Pemerintah

Meski konsep Beras SPHP Premium telah disiapkan, Bulog belum menetapkan harga jual maupun besaran volume yang akan disalurkan. Seluruh skema masih menunggu hasil rapat koordinasi terbatas pemerintah bersama kementerian dan lembaga terkait.

Dalam pembahasan tersebut, pemerintah akan mempertimbangkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium sebesar Rp14.900 per kilogram sebagai salah satu acuan. Selain itu, biaya produksi juga akan dihitung agar kebijakan yang diambil tetap memberikan keseimbangan antara kepentingan masyarakat sebagai konsumen dan pelaku usaha.

Bulog memastikan seluruh detail kebijakan, termasuk harga jual dan jumlah beras yang akan didistribusikan melalui program Beras SPHP Premium, baru akan diputuskan setelah rapat koordinasi pemerintah selesai dilaksanakan.

Rizal menegaskan keputusan akhir masih berada di tangan pemerintah.

"Nanti hasilnya setelah Rakortas," ujar Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.

Apabila disetujui, kehadiran Beras SPHP Premium diharapkan menjadi instrumen baru dalam operasi pasar sehingga pemerintah memiliki pilihan yang lebih tepat untuk menjaga stabilitas harga beras premium di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.***

Editor : Dwi Puspitarini
#Beras SPHP Premium #Harga Beras Premium #operasi pasar #SPHP #bulog