Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Tragis! Rumah Terbakar di Lampung Selatan, Pasutri Lansia Ditemukan Tewas Berpelukan

Ari Arief • Senin, 13 Juli 2026 | 13:53 WIB
BERPELUKAN: Kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (12/7/2026) malam. Insiden tragis ini menewaskan sepasang suami istri lanjut usia (lansia) yang ditemukan petugas dalam kondisi saling berpelukan.(ANT)
BERPELUKAN: Kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (12/7/2026) malam. Insiden tragis ini menewaskan sepasang suami istri lanjut usia (lansia) yang ditemukan petugas dalam kondisi saling berpelukan.(ANT)

 

KALTIMPOST.ID,LAMPUNG SELATAN–Peristiwa memilukan terjadi di Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (12/7/2026) malam. Sepasang suami istri (pasutri) lanjut usia (lansia) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tragis saling berpelukan setelah rumah mereka luluh lantak dilalap si jago merah.

Kedua korban diidentifikasi bernama Warjan (86) dan istrinya, Apong Mulyati (79). Insiden kebakaran hebat yang merenggut nyawa pasutri senja ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 23.30 WIB.

Baca Juga: Target Juara Umum PON 2028, Gubernur Rudy Mas'ud Minta Perusda dan Swasta Jadi Bapak Angkat Cabor KONI Kaltim

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, mengonfirmasi temuan jasad kedua korban. Petugas baru menemukan jasad pasutri tersebut setelah api berhasil dikuasai. “Akibat kebakaran ini, dua orang lansia yang merupakan pasangan suami istri meninggal dunia dalam keadaan berpelukan,” ujar Rully Fikriansyah di Kalianda, Senin (13/7/2026).

Rully menjelaskan, setelah menerima laporan dari warga, tim pemadam kebakaran langsung bergerak cepat ke lokasi guna memadamkan kobaran api dan mencegah perambatan ke bangunan sekitar.

Baca Juga: Kebutuhan Batu Bara PLN 154 Juta Ton, ESDM Pastikan Penugasan Tambang Sudah Capai 212 Juta Ton

"Petugas tiba di lokasi pukul 00.10 WIB dan langsung melakukan penanganan. Sekitar pukul 02.00 WIB, api berhasil dipadamkan sepenuhnya, dilanjutkan dengan evakuasi kedua korban," jelasnya.

Diduga Dipicu Obat Nyamuk

Berdasarkan penyelidikan sementara dan keterangan yang dihimpun petugas di lapangan, amukan si jago merah tersebut diduga kuat dipicu oleh obat nyamuk bakar yang menyambar bahan mudah terbakar di dalam rumah.

Faktor lokasi rumah yang cukup terisolasi membuat insiden ini terlambat disadari oleh warga sekitar. Kobaran api yang cepat membesar langsung mengurung kedua korban yang diduga sedang tertidur pulas.

Baca Juga: Gugatan Kompensasi Delay Pesawat Bergulir di MK, Kemenhub Minta Hakim Tolak Uji Materi UU Penerbangan

“Posisi rumah korban agak jauh dari permukiman warga lainnya. Waktu itu, warga baru mengetahui ada kebakaran setelah kondisi bangunan sudah terbakar sekitar 50 persen,” kata Rully.

Usai dievakuasi oleh petugas, jasad kedua korban lansia tersebut langsung dibawa ke rumah anak mereka yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian untuk disemayamkan.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#lampung selatan #lansia #kebakaran