KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Tren video bertajuk "Coolmax Durian" menjadi perbincangan di TikTok setelah sebelumnya muncul istilah "Azka Coolmax" dan "Mukena Putih Coolmax". Ramainya pembahasan di media sosial memicu banyak pengguna internet mencari informasi maupun tautan yang diklaim berkaitan dengan video tersebut.
Berdasarkan video yang beredar di TikTok, kontennya hanya memperlihatkan seorang perempuan berhijab berada di dalam kamar. Ia tampak duduk di atas tempat tidur sambil berjoget, kemudian memperlihatkan buah durian yang telah dibelah.
Video tersebut menjadi viral setelah diunggah sejumlah akun TikTok yang mengaitkannya dengan tren "Coolmax" yang lebih dulu ramai. Dalam waktu singkat, unggahan itu dibagikan ulang oleh banyak pengguna dan memunculkan berbagai spekulasi di kolom komentar.
Seiring meningkatnya perhatian publik, mulai bermunculan akun yang menawarkan tautan atau link video "Coolmax Durian". Namun hingga kini, belum ada bukti yang dapat memverifikasi keaslian tautan-tautan tersebut maupun klaim adanya versi lain dari video yang beredar.
Pengguna media sosial diimbau tidak mudah tergiur mengklik tautan yang dibagikan akun tidak dikenal. Modus memanfaatkan rasa penasaran terhadap konten viral kerap digunakan pelaku kejahatan siber untuk mengarahkan korban ke situs berbahaya.
Tautan semacam itu dapat membawa berbagai risiko, mulai dari pemasangan malware atau spyware di perangkat, pencurian data pribadi melalui situs login palsu (phishing), hingga penyalahgunaan informasi perbankan apabila pengguna memberikan data sensitif.
Karena itu, masyarakat disarankan hanya mengakses informasi dari sumber tepercaya dan menghindari mengunduh file maupun membuka tautan yang belum jelas asal-usulnya. Sikap waspada menjadi langkah penting untuk mencegah pencurian data dan berbagai bentuk penipuan digital yang memanfaatkan tren viral di media sosial.
Teks foto:
Ilustrasi tampilan aplikasi TikTok di ponsel. Video bertajuk "Coolmax Durian" menjadi viral dan memicu banyak pencarian di media sosial, sementara pengguna diimbau mewaspadai tautan yang belum terverifikasi.