Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kronologi Lengkap Bom Rakitan MAN 3 Padang, Dugaan Bullying hingga Motif Pelaku Terungkap

Uways Alqadrie • Rabu, 15 Juli 2026 | 13:47 WIB
Grafis Kaltim Post
Grafis Kaltim Post

KALTIMPOST.ID, PADANG – Aktivitas belajar mengajar di MAN 3 Kota Padang, Sumatera Barat, kembali berlangsung normal setelah insiden ledakan bom rakitan yang terjadi di lingkungan sekolah sehari sebelumnya.

Pada Rabu (15/7/2026), ruang kelas yang sempat menjadi lokasi ledakan sudah kembali ditempati siswa untuk mengikuti proses pembelajaran. Guru juga telah melanjutkan kegiatan mengajar seperti biasa, sementara aktivitas di seluruh area madrasah berjalan tanpa gangguan.

Baca Juga: PP Nomor 30 Tahun 2026 Terbit, Biaya Pindah Notaris ke Jakarta Melonjak Jadi Rp500 Juta

Sebelumnya, lokasi tersebut dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan. Namun setelah pemeriksaan selesai, kegiatan pendidikan kembali dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Kepala MAN 3 Kota Padang, Marliza, mengatakan pihak sekolah berupaya mengembalikan rasa aman para siswa melalui berbagai kegiatan positif. Hari pertama setelah kejadian diawali dengan apel pagi dan senam bersama agar suasana belajar kembali kondusif.

Selain itu, kegiatan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (Matsama) bagi siswa baru tetap berlangsung sesuai jadwal. Sejumlah materi pembinaan, termasuk penyuluhan dari puskesmas, juga tetap diberikan kepada peserta didik.

Sementara siswa kelas X tetap mengikuti latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang telah dijadwalkan sebelumnya.

Menurut Marliza, guru dan tenaga kependidikan terus memberikan pendampingan kepada siswa serta memantau kondisi psikologis mereka setelah peristiwa tersebut. Sekolah juga aktif mengajak siswa berdialog untuk memastikan tidak ada lagi rasa takut maupun kecemasan.

Ledakan bom rakitan terjadi pada Selasa (14/7/2026) saat jam istirahat. Polisi menduga bahan peledak itu dibawa oleh seorang siswa berinisial R dan diledakkan di depan ruang kelas XII IPS 7.

Peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Namun, ratusan siswa sempat dievakuasi dan proses belajar dihentikan sementara demi alasan keamanan.

Terkait dugaan perundungan yang disebut menjadi salah satu motif pelaku, pihak sekolah mengaku memiliki mekanisme pelaporan melalui guru, wali kelas maupun guru Bimbingan Konseling (BK).

Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.030 Triliun, Ini Penjelasan Lengkap Bank Indonesia

Meski demikian, hingga insiden terjadi, sekolah menyatakan tidak pernah menerima laporan dari siswa yang bersangkutan maupun dari teman-temannya mengenai dugaan tindakan perundungan.

Menurut pihak sekolah, siswa tersebut dikenal memiliki kepribadian pendiam dan jarang menyampaikan persoalan yang dialaminya.

Editor : Uways Alqadrie
bom melotot di Man 3 Padang Man 3 Padang Polres Padang kriminal Padang polda sumbar