Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

​LPDP Tahap 2 2026 Dibuka: Pelamar Dilarang Pakai AI untuk Esai

Ilmidza • Rabu, 15 Juli 2026 | 19:16 WIB
Ilustrasi beasiswa LPDP.
Ilustrasi beasiswa LPDP.

KALTIMPOST.ID, Sosialisasi pembuka untuk Seleksi Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Tahap 2 Tahun 2026 resmi dilaksanakan di Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Balikpapan, pada Selasa (14/7/2026). Selain membeberkan detail pendaftaran, jajaran pimpinan LPDP mengingatkan para pelamar untuk menjaga kejujuran dan melarang keras penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam merancang esai pendaftaran.

​Direktur Keuangan dan Umum LPDP, Albertus Kurniadi Hendartono, menyampaikan bahwa persaingan pada seleksi periode ini akan berlangsung sangat kompetitif. Oleh karena itu, para peminat diimbau memanfaatkan waktu pendaftaran selama satu bulan ke depan dengan optimal dan mengedepankan orisinalitas diri.

​"Persaingan terbilang ketat, jadi siapkan seluruh berkas dengan matang. Yang terpenting adalah integritas. Tulislah dokumen Anda sendiri tanpa bantuan AI. Buatlah tulisan yang tulus dan benar-benar merefleksikan diri Anda," ujar Albertus.

​Alasan Pemilihan Lokasi dan Kemudahan Bagi Daerah 3T

​Albertus mengungkapkan bahwa pemilihan ITK sebagai lokasi perdana sosialisasi merupakan langkah strategis pemerintah dalam mendukung pengembangan bidang keilmuan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Di samping itu, kehadiran tim LPDP langsung di Kalimantan bertujuan untuk memotong ketimpangan informasi terkait akses beasiswa antara Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa.

​Mengenai kendala sertifikasi bahasa asing yang kerap menghambat pendaftar, LPDP meluncurkan sejumlah kelonggaran regulasi, khususnya bagi masyarakat dari wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar):

​Kuota Nasional dan Skema Baru "3-1-1"

​Secara historis, LPDP menyediakan kuota penerima beasiswa berkisar antara 4.000 hingga 5.000 orang per tahun secara nasional. Alokasi dana masih diprioritaskan untuk program Magister (S2), Doktor (S3), dokter spesialis, serta program gelar ganda inovatif dengan skema 3-1-1.

​Skema kolaboratif 3-1-1 ini dirancang dengan pola:

  1. 3 Tahun: Kuliah di dalam negeri.
  2. 1 Tahun: Kuliah di luar negeri melalui program kampus lokal.
  3. 1 Tahun: Kuliah langsung di universitas mitra luar negeri.
Editor : Ilmidza
Beasiswa LPDP 2026