Geger Warga Madiun Hilang Saat Tur di Korea Selatan, Diduga Sengaja Kabur Menjadi Pekerja Ilegal

Ilmidza • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 21:43 WIB
Ilustrasi suasana Korea.
Ilustrasi suasana Korea.

KALTIMPOST.ID, Seorang pemuda berusia 22 tahun asal Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, bernama Femas Yani Arianto, dilaporkan hilang misterius saat mengikuti tur wisata di Seoul, Korea Selatan. Kasus ini mendadak viral setelah agensi perjalanan yang membawanya, Berani Backpacker, menyebarkan informasi kehilangan tersebut karena Femas mendadak memisahkan diri dari rombongan.

Kronologi Kejadian & Dampak bagi Agensi

​Pemilik agensi travel, Dhani, menjelaskan bahwa Femas langsung menghilang pada malam hari pertama tur di kawasan Myeongdong tanpa memberi tahu Tour Leader maupun Tour Guide.

Pengakuan Ibu Kandung vs Temuan Janggal Agensi

​Kasus ini menyisakan polemik antara pengakuan keluarga dan bukti-bukti di lapangan:

Respons Pemerintah Desa

​Kepala Desa Bantengan, Hartanto, membenarkan bahwa Femas adalah warga resminya. Pihak desa sendiri baru mengetahui kabar ini setelah ramai di TikTok dan Facebook. Hartanto menyayangkan sikap keluarga yang cenderung tertutup dan belum memberikan laporan resmi ke desa saat didatangi petugas. Ke depannya, pihak pemerintah desa akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti masalah ini.

Editor : Ilmidza
WNI Hilang