Aturan Baru BKN, ASN Bakal Bisa Bertugas Dekat Tempat Tinggal

Ilmidza • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 21:42 WIB
Ilustrasi ASN.
Ilustrasi ASN.

KALTIMPOST.ID, Badan Kepegawaian Negara (BKN) tengah menguji coba skema kerja baru yang memungkinkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bertugas lebih dekat dengan domisili mereka. Inisiatif yang digagas oleh Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, ini berfokus pada kesejahteraan keluarga pegawai, efisiensi anggaran harian, serta peningkatan efektivitas kerja.

​"BKN berupaya mendekatkan para ASN dengan lingkungan keluarga dan tempat tinggalnya. Insya Allah, langkah ini sudah mulai bisa kita terapkan," ungkap Zudan melalui unggahan resmi di Instagram BKN, Rabu (22/7/2026).

​Pada tahap awal, kebijakan ini diimplementasikan secara terbatas untuk internal BKN, baik pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Apabila sistem ini terbukti berhasil meningkatkan produktivitas serta efisiensi anggaran, instansi pemerintah lain diharapkan dapat mengadopsi langkah serupa.

​"Sementara ini kita terapkan di lingkungan BKN terlebih dahulu. Harapannya, langkah ini dapat menginspirasi kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah sehingga mampu berkembang menjadi gerakan berskala nasional," ujar Zudan.

​Zudan menjelaskan bahwa ide ini lahir dari pemahamannya atas dilema para ASN. Banyak pegawai yang ingin menjalankan peran sebagai orang tua secara maksimal tanpa harus mengabaikan tanggung jawab mereka sebagai pelayan publik.

​Menurutnya, kedekatan lokasi kerja dengan rumah akan memberikan ruang bagi pegawai untuk memberikan perhatian penuh kepada anak-anak mereka. Selain itu, kebijakan ini menjadi solusi nyata untuk menekan pengeluaran logistik harian.

​"Jika pasangan suami istri bisa tinggal dalam satu wilayah, mereka dapat memangkas biaya transportasi udara hingga menghemat pengeluaran kebutuhan rumah tangga seperti dapur, listrik, dan air. Hal-hal seperti ini sangat saya pahami," jelasnya.

​Zudan menambahkan, di tengah keterbatasan ruang untuk menaikkan penghasilan para pegawai saat ini, pendekatan terbaik yang dapat diambil oleh pimpinan instansi adalah membantu mereduksi pengeluaran mereka.

​"Di saat peningkatan pendapatan belum memungkinkan, langkah paling bijak bagi jajaran pimpinan adalah menekan beban pengeluaran pegawai. Karena itulah, program ini langsung kita gulirkan," pungkas Zudan.

Editor : Ilmidza
WFH ASN 2026