KALTIMPOST.ID, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, membeberkan kualifikasi tenaga pendidik untuk Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) program pendidikan gagasan Presiden Prabowo Subianto. Pendidik yang lolos seleksi di SNT akan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), begitu pula dengan posisi kepala sekolahnya.
Kriteria Utama Perekrutan Guru SNT 2026
- Kualifikasi Pendidikan: Minimal berijazah S1, tetapi calon pelamar lulusan S2 dan S3 akan lebih diprioritaskan.
- Kemampuan Bahasa Asing: Mahir berbahasa Inggris serta bahasa asing lainnya, dibuktikan dengan sertifikat resmi seperti TOEFL.
- Pengalaman & Sertifikasi: Diutamakan memiliki rekam jejak mengikuti pelatihan atau lokakarya (workshop) di bidang pendidikan.
- Kompetensi Tambahan: Menguasai teknologi pembelajaran, terampil dalam berkomunikasi, kreatif, serta mampu mengelola kelas dengan baik.
Pelatihan Wajib Sebelum Mengajar
Para calon guru SNT yang lolos seleksi harus melalui serangkaian program pembekalan intensif:
- Lokakarya Tatap Muka (1,5 Bulan): Pembekalan materi pedagogik dan materi penunjang sesuai jenjang.
- Pelatihan Intensif (2,5 Bulan): Pelatihan wajib pasca-seleksi dan workshop.
- Magang Mengajar (In-Class) (1 Bulan): Praktik langsung di sister school untuk menerapkan hasil pelatihan, diselingi evaluasi dan pengayaan secara berkala.
SNT juga bakal dilengkapi dengan Pusat Guru dan Pembelajaran yang berfungsi sebagai pusat riset, strategi pengajaran, serta wadah pengembangan profesionalisme pendidik.
Mengenal Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT)
Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan konsep sekolah non-asrama yang menyatukan jenjang SMP dan SMA dalam satu ekosistem pendidikan yang berkelanjutan. Integrasi ini mencakup kurikulum pembelajaran, pengembangan guru, pembinaan karakter, penyaluran bakat, hingga pemanfaatan fasilitas bersama.
Berbeda dengan Sekolah Rakyat yang ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan menerapkan sistem asrama, SNT terbuka untuk umum dengan sistem penerimaan siswa berbasis seleksi prestasi akademik maupun non-akademik.
Editor : Ilmidza