Mengenaskan! Sekuriti Tewas di Waduk Jatiluhur: Mengapung dengan Tangan Diborgol dan Mulut Dilakban: Diduga Tegur Aksi Vandalisme

Almasrifah • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:14 WIB
Seorang sekuriti tewas di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa barat. (iNews)
Seorang sekuriti tewas di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa barat. (iNews)

KALTIMPOST.ID, Misteri seorang petugas sekuriti tewas di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, masih menjadi perhatian aparat kepolisian.

Korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar, dengan tangan diborgol dan mulut dilakban di kawasan Tanggul Kayat, Jumat (24/7/2026).

Korban diketahui bernama Sumarna (40), petugas keamanan yang bertugas di kawasan Waduk Jatiluhur.

Baca Juga: Eropa Membara! Prancis dan Spanyol Dikepung Kebakaran Hutan: Potensi Meluas, 250.000 Warga Mengungsi

Saat ditemukan, ia masih mengenakan seragam dinas dan jasadnya mengapung di tepi waduk.

Peristiwa ini bermula ketika korban dilaporkan tidak dapat dihubungi saat menjalankan tugas pada Jumat dini hari.

Rekan-rekannya kemudian melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan jasad korban di perairan sekitar tanggul.

Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, membenarkan bahwa korban ditemukan masih mengenakan seragam saat bertugas.

Baca Juga: Anak Sibuk Flexing, Kekayaan Nevi Rizal Rp 1,4 Miliar Dikuliti, Desakan Evaluasi Mencuat!

Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), visum, serta membawa jenazah ke Rumah Sakit Sartika Asih, Bandung, untuk menjalani autopsi.

Pihak keluarga berharap penyebab kematian korban dapat segera terungkap. Persetujuan autopsi pun akhirnya diberikan agar penyelidikan berjalan maksimal.

Paman korban, Ocid, mengatakan seluruh keluarga telah sepakat mendukung proses tersebut.

"Tadi saya sudah menghubungi kakak korban dan adik korban, dan istri korban sudah menyetujui proses autopsi. Agar bisa diketahui penyebab kematiannya," ujar Ocid, Sabtu (25/7/2026).

Menurut kesaksian Aji Mame (56), warga yang biasa beraktivitas di sekitar Waduk Jatiluhur. Ia mengaku melihat korban berada di pos sekuriti pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 21.30 WIB.

Menurutnya, saat itu Sumarna sedang berbincang dengan dua orang yang tidak dikenalnya.

"Saya mau pulang itu jam setengah sepuluh malam. Di pos itu Beliau ada, lagi ngobrol sama anak-anak enggak tau siapa. Lama, dah, ada berdua," ujar Aji, dilansir dari mediakampung.com.

Baca Juga: Siapa Dea Arranoya? Flexing Mewah Akhiri Karir Ayah, Ini Instagram, TikTok, dan Kampus sang Calon Dokter Hewan

Keesokan paginya, para petugas keamanan mulai mencari keberadaan Sumarna setelah tidak bisa dihubungi.

Pencarian berakhir ketika jasad korban ditemukan mengapung di kawasan Tanggul Kayat.

Aji juga mengaku mendengar informasi bahwa korban sempat melarang orang yang diduga melakukan vandalisme di lokasi tersebut.

“Sempet ngelarang (pelaku vandalisme) dengarnya mah,” kata Aji.

Menurut warga, Tanggul Kayat memang kerap menjadi tempat berkumpul anak-anak muda hingga larut malam.

Lokasi itu juga sering dipadati pengunjung yang datang untuk bersantai maupun berkumpul bersama komunitas.

Hingga kini, penyidik terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak yang diduga mengetahui aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal.

Sedikitnya 12 saksi telah dimintai keterangan. Polisi turut mendalami berbagai informasi yang berkembang di lokasi kejadian. (*)

Editor : Almasrifah
sekuriti tewas di Waduk Jatiluhur vandalisme dilakban purwakarta Diborgol