KALTIMPOST.ID, Tayangan video syur mendadak muncul di layar videotron kawasan Bundaran Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, Senin (27/7/2026).
Video mesum tersebut tiba-tiba tampil di ruang publik yang ramai dilalui masyarakat, termasuk pelajar, sekitar pukul 13.04 WIB.
Peristiwa itu terekam warga, kemudian viral di media sosial. Menanggapi kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Melawi menyampaikan permohonan maaf.
Plh Sekretaris Daerah Melawi Joko Wahyono menegaskan, video yang sempat tampil bukan merupakan materi publikasi resmi pemerintah.
"Tayangan tersebut sama sekali bukan merupakan materi publikasi yang direncanakan, diproduksi maupun disetujui oleh Pemerintah Daerah," ujar Joko Wahyono.
Hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan adanya akses ilegal terhadap sistem pengelolaan videotron.
Pemerintah menyebut akun atau sistem pengendali videotron diduga telah diakses pihak yang tidak bertanggung jawab.
Sesaat setelah kejadian diketahui, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Melawi langsung menghentikan penayangan, mengamankan akun pengelola, memeriksa konfigurasi perangkat, serta berkoordinasi dengan penyedia layanan untuk menelusuri penyebab insiden.
Kepala Bidang e-Government dan Persandian Diskominfo Melawi, Sasra Irawan, mengatakan pemeriksaan sementara menemukan indikasi akses tidak sah pada akun Videotron Melawi Platform Cloud.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, ditemukan adanya indikasi akses tidak sah pada akun pengelolaan Videotron Melawi Platform Cloud," kata Sasra.
Menurutnya, tim masih melakukan analisis log system bersama penyedia layanan guna memastikan kronologi, metode akses, serta dampak yang ditimbulkan.
Diskominfo juga telah mengganti seluruh akses pengelolaan dan memperkuat sistem keamanan untuk mencegah kejadian serupa.
Pemkab Melawi memastikan setiap bentuk penyalahgunaan sistem informasi akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat tidak menyebarluaskan rekaman video porno tersebut maupun berspekulasi mengenai penyebab kejadian hingga hasil investigasi resmi diumumkan.
"Masyarakat diharapkan menunggu informasi resmi yang akan disampaikan melalui kanal komunikasi resmi Pemerintah Daerah," tutup Joko Wahyono. (*)
Editor : Almasrifah