Tampang Pelaku Mutilasi di Depok: Penjual Piscok yang Diduga Gay, Santai Ceritakan Motif Potong Korban

Almasrifah • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 20:54 WIB
Saepullah alias saepul, tersangka mutilasi di Depok. (IST)
Saepullah alias saepul, tersangka mutilasi di Depok. (IST)

KALTIMPOST.ID, Penemuan jasad tanpa kepala di Kota Depok, Jawa Barat, mengungkap sejumlah fakta.

Jasad yang belakangan dikenali bernama Kunaefi (51) itu ternyata dibunuh oleh Saepullah alias Saepul (26), pedagang pisang cokelat (piscok) di sekitar Stasiun Pondok Cina.

Saepullah ditangkap Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Kampung Sinar Laut, Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 04.15 WIB.

Polisi menduga Saepullah melarikan diri setelah melakukan pembunuhan terhadap Kunaefi di sebuah rumah kontrakan di Jalan Belimbing, Cipayung, Kota Depok.

Polisi kemudian mengungkap keterlibatannya setelah melakukan penyelidikan terhadap penemuan jasad korban dalam kondisi termutilasi.

Baca Juga: Direktur PT SBP dan ALS Tersangka! Dijerat Pasal Modifikasi Kendaraan pada Kebakaran Bus dan Truk BBM yang Tewaskan 19 Orang

Penyidik memastikan Saepullah dan Kunaefi tidak memiliki hubungan keluarga maupun hubungan khusus.

Katimsus 2 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono, mengatakan keduanya hanya sebatas kenalan.

"Untuk hubungan antara pelaku dengan korban, itu hanya sebatas kenal sama kenal, tidak lebih," kata Breggy.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Saepullah dan Kunaefi disebut berkenalan melalui media sosial. Korban kemudian datang ke kontrakan Saepullah pada Kamis (23/7/2026).

Kepada penyidik, Saepullah mengaku awalnya mengundang korban hanya untuk menemaninya berbincang karena dirinya tinggal sendiri.

"Tadinya kan dia main ke rumah (kontrakan), saya cuma butuh teman buat ngobrol saja. Karena memang teman kontrakanku enggak ada juga," ujar Saepullah.

Dalam pemeriksaan, Saepullah mengaku pertemuan tersebut berubah setelah terjadi cekcok antara dirinya dan korban.

Ia menyebut korban melakukan tindakan yang membuat dirinya tidak nyaman hingga terjadi perlawanan.

"Terus kan, tadinya cuma butuh teman, dia pegang-pegang saya, terus saya berontak dong. Saya berontak terus dia kayak nampar saya," ungkap Saepullah.

Menurut pengakuannya, keduanya kemudian terlibat aksi saling dorong di rumah kontrakan dua lantai tersebut.

Baca Juga: Kronologi Mutilasi Pria di Depok Terungkap, Pelaku Beberkan Asal Pisau hingga Lokasi Pembuangan

Saepullah mengatakan dirinya kemudian mengambil pisau dari dapur dan menusuk korban.

"Saya tak dorong, saya mau teriak, terus saya didorong dari tangga sama dia. Kan rumahnya dua lantai. Terus saya turun ke bawah kan, terus terlanjur didorong ke bawah saya ke bawah ambil pisau lah. Terus saya tusuk," katanya.

Setelah korban meninggal dunia, Saepullah mengaku memotong tubuh korban.

Ia menyebut tindakan itu dilakukan karena kesulitan membawa jasad korban dalam kondisi utuh dari lokasi kejadian yang berada di kawasan permukiman.

"Karena susah bawanya (kalau masih utuh), di situ kan ramai orang dan perumahan juga," ujar Saepullah.

Sementara itu, polisi masih mendalami motif utama pembunuhan tersebut.

Ipda Breggy mengatakan penyidik menemukan fakta bahwa Saepullah diduga memiliki ketertarikan terhadap sesama jenis.

Namun, hal tersebut masih menjadi bagian dari penyidikan.

Baca Juga: Siapa Don Ritto? Profil, Agama, dan Biodata Lengkap: Dari Satu Kampus, Kini Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah

"Untuk motif pembunuhan sendiri sedang kami dalami, namun ditemukan fakta bahwasanya pelaku diduga merupakan penyuka sesama jenis. Untuk posisi penangkapan dari pelaku, kami amankan di Kampung Sinar Laut di daerah Panimbang, Pandeglang," terang Breggy.

Selain motif, penyidik juga mendalami hubungan antara Saepullah dan korban sebelum kejadian.

Sebelumnya diinformasikan, jasad Kunaefi ditemukan warga di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok.

Saat ditemukan, jasad korban berada dalam kondisi termutilasi dan dibungkus menggunakan plastik hitam serta karung. (*)

Editor : Almasrifah
Saepullah Kunaefi mutilasi depok gay