KALTIMPOST.ID,JAKARTA–Pemerintah terus mematangkan rencana pembangunan jalur kereta api Trans Kalimantan. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan, pemerintah mulai menjajaki kerja sama dengan investor luar negeri, khususnya dari China dan Rusia, yang berminat menggarap proyek strategis tersebut.
Saat ini, calon investor dari kedua negara tersebut sedang menghitung kelayakan bisnis sebelum mengajukan proposal resmi kepada Pemerintah Indonesia.
Baca Juga: Janda Asal Tarakan JL Kehilangan Rp6,7 Miliar, Ditipu Kevin Pakai AI yang Menyamar Jadi Polisi
"Sudah kita jajaki dengan dalam negeri maupun luar negeri, di antaranya China dan Rusia. Mereka pasti sedang mencoba untuk menghitung, kemudian nanti akan menyampaikan proposal ke kita," kata Dudy di Jakarta, dikutip Jumat (7/8/2026).
Menhub menjelaskan, penjajakan proyek Trans Kalimantan berjalan beriringan dengan pengembangan Trans Sumatera. Eksekusi awal antara kedua pulau tersebut sangat bergantung pada kesiapan serta analisis kelayakan dari masing-masing investor. Namun, untuk jalur Sumatera, KAI Logistik dinilai lebih berminat melakukan pengembangan.
Baca Juga: Dokter RS Pusri Tamara Dewi Jasmine Dipecat Usai Komentar Nirempati soal Pasien BPJS Yurizal
Langkah akselerasi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pembangunan jaringan kereta api di Sumatera dan Kalimantan dapat digarap secara masif, bahkan diupayakan berjalan bersamaan.
"Habis Trans Sumatera nanti Trans Kalimantan, kalau bisa bersamaan kita mulai. Indonesia negara besar, Indonesia negara kuat, Indonesia negara makmur. Kita buktikan," tegas Presiden Prabowo.(*)
Editor : Thomas Priyandoko