LPEM UI Ungkap 5 Jurusan yang Banyak Ditemukan di Kalangan Pengangguran S1

Dwi Puspitarini • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:02 WIB
Ilustrasi. Pengangguran dari lulusan S1. (ChatGPT)
Ilustrasi. Pengangguran dari lulusan S1. (ChatGPT)

KALTIMPOST.ID - Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menemukan lima bidang studi yang paling banyak terdapat di antara pengangguran lulusan S1.

Berdasarkan data Sakernas Agustus 2025, bidang tersebut adalah manajemen, hukum, ekonomi, pendidikan, dan akuntansi, yang secara bersama-sama mencakup sekitar 40 persen dari pengangguran berpendidikan minimal S1.

Temuan tersebut tercantum dalam laporan Labor Market Brief Volume 7, Nomor 7, Juli 2026 berjudul Ketika Akses Pendidikan Tinggi Bertambah, Apakah Pasar Kerja Siap? yang ditulis Muhammad Hanri, PhD dan Nia Kurnia Sholihah, MD.

Data ini menjadi perhatian karena sekitar 8 juta lulusan sarjana di Indonesia bekerja pada pekerjaan yang berada di bawah tingkat pendidikan mereka.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa bertambahnya jumlah lulusan perguruan tinggi belum sepenuhnya diikuti oleh ketersediaan pekerjaan yang sesuai dengan tingkat pendidikan dan keterampilan mereka.

Baca Juga: Nekat Bakar 25 Hektare Lahan Gambut demi Kebun Sawit, Warga Pelalawan Diciduk Polisi

Lima Bidang Studi yang Banyak Ditemukan di Kalangan Pengangguran S1

LPEM FEB UI mencatat lima bidang studi dengan proporsi terbesar di antara pengangguran lulusan minimal S1. Berikut rinciannya:

1.      Manajemen: sekitar 10,3 persen

2.      Hukum: sekitar 9,0 persen

3.      Ekonomi: sekitar 8,7 persen

4.      Pendidikan: sekitar 7,1 persen

5.      Akuntansi: sekitar 5,1 persen

Bidang manajemen menjadi yang paling banyak ditemukan dengan persentase sekitar 10,3 persen. Tingginya jumlah tersebut tidak serta-merta berarti lulusan manajemen memiliki peluang kerja paling buruk. Bidang studi dengan jumlah lulusan yang besar secara alami juga dapat menyumbang jumlah pengangguran yang lebih besar.

Hal serupa berlaku pada bidang pendidikan. Lulusan pendidikan berasal dari berbagai program, mulai dari pendidikan guru, bahasa, sains, ekonomi hingga pendidikan vokasi. Penyerapan lulusan di bidang ini juga dapat dipengaruhi oleh kebutuhan sekolah, ketersediaan formasi guru, lokasi pekerjaan, serta persyaratan profesi.

LPEM FEB UI menegaskan bahwa data tersebut menunjukkan jumlah pengangguran berdasarkan bidang studi, bukan tingkat pengangguran pada masing-masing jurusan. Karena itu, data tersebut belum dapat digunakan untuk menyatakan bahwa salah satu bidang studi memiliki prospek kerja paling buruk.

Baca Juga: Polwan Digerebek Suami Sesama Polisi di Kos, Polda Maluku Ungkap Hasil Pemeriksaan Propam

Lulusan Informatika Juga Masuk dalam Temuan

Selain lima bidang studi dengan proporsi terbesar, laporan LPEM FEB UI juga mencatat lulusan ilmu komputer atau informatika mencapai sekitar 4,6 persen dari pengangguran lulusan minimal S1.

Temuan ini menarik karena bidang komputer dan informatika selama ini banyak dikaitkan dengan kebutuhan tenaga kerja di sektor teknologi. Namun, kebutuhan industri dapat berubah dengan cepat. Penyerapan lulusan juga dipengaruhi oleh kemampuan praktis, pengalaman kerja, kualitas pendidikan, serta keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Menurut LPEM FEB UI, persoalan tersebut menunjukkan pentingnya hubungan yang lebih kuat antara pendidikan tinggi dan dunia kerja. Perguruan tinggi tidak cukup hanya memperbanyak jumlah lulusan, tetapi juga perlu memastikan kompetensi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Hal ini menjadi semakin penting di tengah rencana pembangunan Universitas Republik Indonesia (URI). LPEM FEB UI menilai pendirian universitas baru perlu disertai perencanaan yang jelas mengenai bidang studi yang dibutuhkan, kebutuhan tenaga kerja di berbagai wilayah dan sektor, serta kemampuan kampus menghasilkan lulusan dengan posisi yang jelas di pasar kerja.

Perluasan pendidikan tinggi tetap dinilai penting, tetapi harus dilakukan secara terarah. Penguatan mutu perguruan tinggi yang sudah ada, peningkatan hubungan antara kampus dan dunia kerja, serta penciptaan lebih banyak pekerjaan yang membutuhkan keterampilan tinggi juga menjadi bagian penting agar pertumbuhan jumlah lulusan tidak semakin memperbesar kesenjangan dengan kebutuhan pasar kerja.***

Editor : Dwi Puspitarini
Sumber : detik.com
pengangguran lulusan S1 jurusan pengangguran LPEM UI pengangguran lpem feb ui