2 Tahun Hilang, Mita Asal Wajo Ternyata Dibunuh Sopir Travel dan Dibuang ke Jurang Morowali

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:51 WIB
Grafis Kaltim Post
Grafis Kaltim Post

KALTIMPOST.ID, WAJO – Misteri hilangnya Paramita Titania Angelica alias Mita, perempuan asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, akhirnya menemui titik terang. Setelah hampir dua tahun tanpa kabar, polisi mengungkap Mita ternyata menjadi korban pembunuhan.

Perempuan berusia 26 tahun itu diketahui terakhir kali melakukan perjalanan menuju Morowali, Sulawesi Tengah, pada 22 Juli 2024. Saat itu, Mita menggunakan jasa travel dan dijemput seorang sopir di wilayah Bottodongga, Desa Bottobenteng, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo.

Setelah meninggalkan rumah, komunikasi Mita dengan keluarga terputus. Ia hanya sempat memberikan kabar bahwa perjalanan menuju lokasi tujuan hampir selesai. Namun, Mita tidak pernah tiba sebagaimana yang diharapkan keluarga.

Baca Juga: Kematian Sutrimo Naik Penyidikan, Polda Metro Jaya Dalami Dugaan Pembunuhan Berencana

Sopir travel yang mengantarnya sebelumnya mengaku telah membawa Mita sampai ke Morowali. Pernyataan tersebut kemudian menjadi bagian dari penyelidikan polisi dalam mengungkap keberadaan korban.

Penyelidikan yang berlangsung cukup lama akhirnya mengarah kepada sopir travel bernama Alber alias Latu, 37 tahun. Polisi menyebut Alber merupakan orang terakhir yang diketahui bersama korban.

Kapolres Wajo AKBP Douglas Mahendrajaya mengatakan pihaknya telah memastikan Mita meninggal dunia akibat tindak pidana pembunuhan.

Dibunuh di Morowali

Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, polisi menduga pembunuhan terjadi di Desa Kolono, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Peristiwa tersebut diduga terjadi ketika korban berada dalam perjalanan menggunakan kendaraan travel.

Polisi menyebut Alber mengaku menyerang bagian belakang leher korban menggunakan kunci roda mobil. Pukulan tersebut disebut menyebabkan Mita meninggal dunia.

Setelah korban tewas, jasadnya kemudian dibuang ke sebuah jurang di sekitar lokasi kejadian. Jurang tersebut diperkirakan memiliki kedalaman hingga sekitar 60 meter.

Baca Juga: 31 Siswa Diduga Keracunan MBG di Bontang, 11 Dirawat di RS LNG Badak dan Kondisinya Membaik

Pengungkapan kasus ini sekaligus menjawab teka-teki hilangnya Mita sejak 2024. Selama ini keluarga menunggu kepastian mengenai keberadaan korban setelah komunikasi dengannya terputus.

Polisi kini terus mendalami perkara tersebut, termasuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian yang menyebabkan Mita meninggal dunia serta proses pembuangan jasad korban.

Kepastian mengenai lokasi korban dan sejumlah fakta lain dalam perkara ini menjadi bagian penting dari proses hukum yang dilakukan kepolisian.

Editor : Uways Alqadrie
Paramita Titania Angelica kriminal Wajo polda sulsel polres wajo