KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) tidak hanya mengejar perkara narkotika dalam membongkar jaringan bos narkoba di Kampung Bahari, Jakarta Utara. Penyidikan kini diperluas dengan menelusuri dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang berkaitan dengan aktivitas jaringan tersebut.
Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Brigjen Roy Hardy Siahaan mengatakan, pengembangan perkara terhadap tersangka berinisial MR alias Bos Gendut telah menghasilkan penyitaan sejumlah uang dan aset bernilai puluhan miliar rupiah.
Dari hasil penyidikan, BNN mengamankan uang tunai sekitar Rp1,277 miliar. Selain itu, sejumlah aset yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut juga telah disita.
Baca Juga: Garuda Indonesia Berhentikan Sementara Direktur Niaga Reza Aulia Hakim, Ini Alasan dan Dasar Keputus
"Nilai aset yang sudah kita hitung kurang lebih sebesar Rp39,950 miliar," ujar Roy dalam konferensi pers di Kantor BNN Jakarta Utara, Kamis, 13 Agustus 2026.
Dengan demikian, penyidikan terhadap MR tidak berhenti pada dugaan kepemilikan narkotika. BNN juga membidik aliran dana serta aset yang diduga berasal dari aktivitas ilegal jaringan narkoba.
Diburu Sejak Kasus Sabu 92 Kilogram
MR sebelumnya masuk dalam daftar buronan BNN dalam perkara narkotika dengan barang bukti sabu seberat 92 kilogram. Petugas telah memburunya sejak 7 November 2025.
BNN kemudian mengembangkan kasus tersebut untuk menelusuri kemungkinan adanya tindak pidana pencucian uang. Langkah ini dilakukan untuk mengejar hasil kejahatan yang diduga telah dialihkan atau disamarkan dalam bentuk uang maupun aset.
"Perkara tersebut kita proses tidak semata-mata pada perkara pokoknya 92 kilo, tetapi kita berhasil memproses tindak pidana pencucian uang," kata Roy.
Rumah Bos Narkoba Digerebek
Penggerebekan terhadap MR dilakukan pada Kamis pagi sekitar pukul 06.00 WIB. BNN bersama Polda Metro Jaya, termasuk personel Brimob, mendatangi rumah yang dikaitkan dengan MR di kawasan Kampung Bahari.
Baca Juga: Bursa Calon Kapolri 2026 Menghangat: Daftar 10 Komjen yang Berpeluang Gantikan Listyo Sigit Prabowo
Penggeledahan dilakukan setelah penyidik memperoleh informasi dari hasil pemeriksaan terhadap MR. Petugas kemudian bergerak untuk mencari barang bukti lain yang diduga masih tersimpan di lokasi.
Namun operasi tersebut tidak berjalan tanpa hambatan. Kedatangan aparat mendapat perlawanan dari jaringan narkoba yang berada di sekitar lokasi.
Petugas disebut mendapat serangan menggunakan mercon dan petasan. Untuk mengendalikan situasi, aparat kemudian menggunakan gas air mata.
Dalam operasi tersebut, personel BNN dan Brimob terlihat mengenakan perlengkapan pengamanan lengkap, termasuk rompi antipeluru dan helm.
BNN masih mengembangkan perkara untuk mengungkap jaringan MR sekaligus menelusuri lebih jauh sumber dana dan kepemilikan aset yang telah disita.
Editor : Uways Alqadrie