Menariknya, ketika isu mengenai calon Kapolri mulai muncul, Listyo Sigit justru menyampaikan pesan mengenai keberlanjutan program Polri kepada calon-calon Kapolri.
Pesan tersebut disampaikan saat Listyo meresmikan gedung Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di Surabaya, Jumat (21/8/2026). Listyo mengatakan dirinya telah menyampaikan pesan kepada calon-calon Kapolri agar Desk Ketenagakerjaan Polri tetap berjalan optimal.
Baca Juga: Listyo Sigit Titip Pesan kepada Calon Kapolri! Ini Hitungan Usia Pensiun dan Masa Jabatan
Menurut Listyo, desk tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam mengawal kepentingan dan kesejahteraan pekerja. Layanan tersebut menangani pengaduan, konsultasi, mediasi perselisihan hingga penegakan hukum dalam persoalan ketenagakerjaan.
Bagi Listyo, pergantian pimpinan Polri tidak boleh membuat program tersebut berhenti. Ia bahkan menyampaikan pernyataan tegas mengenai sikapnya setelah pensiun.
Jika Desk Ketenagakerjaan tidak berjalan optimal setelah dirinya tidak lagi menjadi Kapolri, Listyo mengatakan siap turun bersama buruh dan memimpin aksi demonstrasi.
“Kalau saya sudah pensiun, kalau Desk Ketenagakerjaan itu tidak bekerja optimal, saya akan turun memimpin demo,” ujar Listyo.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi siapa pun yang nantinya dipercaya menjadi Kapolri.
Empat Komjen Berpeluang
Di tengah isu suksesi tersebut, 9 jenderal bintang tiga dengan pengalaman dan jabatan strategis mulai diperbincangkan. Namun melihat usia pensiun Kapolri sekarang, ada 4 komjen yang memiliki peluang besar.
Dinilai memiliki kombinasi menarik dari sisi usia, masa dinas, jabatan saat ini, serta rekam jejak di tubuh Polri.
Empat nama tersebut adalah Komjen Syahar Diantono, Komjen Dedi Prasetyo, Komjen Wahyu Widada dan Komjen Yuda Gustawan.
Namun perlu ditegaskan, nama-nama tersebut masih merupakan analisis berdasarkan usia pensiun dan jabatan yang diemban, bukan daftar calon Kapolri resmi yang telah ditetapkan Presiden.
Baca Juga: Bursa Calon Kapolri 2026 Menghangat: Daftar 10 Komjen yang Berpeluang Gantikan Listyo Sigit Prabowo
Syahar Diantono, Kombinasi Paling Lengkap
Komjen Syahar Diantono menjadi salah satu nama yang paling menarik jika faktor usia dan pengalaman digabungkan.
Syahar lahir pada 2 Februari 1970. Dengan batas usia pensiun maksimal 60 tahun berdasarkan ketentuan terbaru UU Polri, secara hitungan usia ia masih memiliki ruang masa dinas hingga sekitar 2030.
Yang membuat posisinya semakin strategis adalah jabatan yang diembannya sebagai Kabareskrim Polri. Sebelum berada di pucuk Bareskrim, Syahar pernah menduduki posisi Kabaintelkam dan Kadiv Propam Polri.
Artinya, pengalaman Syahar mencakup tiga bidang penting sekaligus, yakni reserse, intelijen dan pengawasan internal. Kombinasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa namanya menarik untuk diperhitungkan dalam bursa suksesi Kapolri.
Dedi Prasetyo, Unggul dari Jabatan
Jika ukuran yang digunakan adalah posisi struktural, Komjen Dedi Prasetyo memiliki keunggulan tersendiri.
Dedi saat ini menjabat Wakapolri, posisi tertinggi kedua dalam struktur Polri setelah Kapolri. Ia dilantik oleh Listyo Sigit pada 16 Agustus 2025. Polri juga masih mencatat Dedi aktif menjalankan tugas sebagai Wakapolri sepanjang 2026.
Pengalaman Dedi juga cukup panjang. Sebelum menjadi Wakapolri, ia pernah dipercaya sebagai Irwasum Polri, Asisten Kapolri bidang SDM, Kadiv Humas dan Kapolda Kalimantan Tengah. Keunggulan terbesar Dedi adalah pengalaman langsung mendampingi Kapolri dari posisi Wakapolri.
Namun, dari sisi usia, ruang masa dinasnya lebih pendek dibanding Syahar dan Yuda. Karena itu, jika pergantian Kapolri terjadi dalam waktu dekat, Dedi menjadi nama yang sangat menarik. Sebaliknya, jika suksesi baru terjadi beberapa tahun lagi, faktor usia menjadi pertimbangan yang semakin penting.
Baca Juga: LHKPN Terakhir Fadil Imran Rp7,32 Miliar, Kini Jadi Komisaris MIND ID dengan Honor hingga Rp131 Juta
Wahyu Widada, Rekam Jejak Lintas Bidang
Wahyu lahir pada 11 September 1969 dan memiliki pengalaman di sejumlah posisi strategis Polri. Ia pernah dipercaya menjadi Kabareskrim, Kabaintelkam, Kapolda Aceh dan Kapolda Gorontalo.
Saat ini Wahyu menduduki posisi Irwasum Polri.
Dengan pengalaman di bidang reserse, intelijen, kewilayahan dan pengawasan, Wahyu memiliki rekam jejak yang cukup lengkap untuk diperhitungkan dalam bursa kepemimpinan Polri. Data kelahirannya tercatat 11 September 1969.
Dari sisi usia, Wahyu juga masih mempunyai ruang masa dinas hingga sekitar 2029 jika dihitung berdasarkan batas usia 60 tahun. Karena itu, Wahyu dapat menjadi alternatif kuat jika pergantian Kapolri tidak dilakukan dalam waktu sangat dekat.
Yuda Gustawan, Faktor Usia Jadi Keunggulan
Komjen Yuda Gustawan memiliki keunggulan dari sisi usia.
Lahir pada 11 Juli 1970, Yuda masih memiliki ruang masa dinas lebih panjang dibanding sejumlah nama senior dalam bursa. Ia memiliki latar belakang kuat di bidang intelijen dan pernah dipercaya menduduki posisi strategis di Baintelkam Polri.
Jika kariernya terus berkembang dan mendapat penugasan strategis lainnya, faktor usia dapat menjadi modal penting untuk persaingan kepemimpinan Polri dalam beberapa tahun ke depan.
Kapan Listyo Sigit Berakhir Masa Dinas?
Listyo Sigit lahir pada 5 Mei 1969 dan dilantik sebagai Kapolri pada 27 Januari 2021.
Baca Juga: Mutasi Polri Juli 2026: 26 Brigjen Pol Bergeser, Ini Daftar Nama dan Jabatan Barunya
Dengan berlakunya UU Nomor 5 Tahun 2026, batas usia pensiun anggota Polri diatur hingga maksimal 60 tahun. Ketentuan peralihan juga mengatur anggota yang berada pada usia tertentu ketika undang-undang mulai berlaku.
Editor : Uways Alqadrie