Menag Nasaruddin Umar Buka Muktamar V Wahdah Islamiyah, Kukuhkan 10 Ribu Guru Qur’an

Redaksi KP • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:38 WIB
PEMBACAAN IKRAR: Menag RI Nasaruddin Umar memimpin pembacaan ikrar kepada 10.000 Guru Qur’an Indonesia di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (22/8).
PEMBACAAN IKRAR: Menag RI Nasaruddin Umar memimpin pembacaan ikrar kepada 10.000 Guru Qur’an Indonesia di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (22/8).

JAKARTA – Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar mengukuhkan 10.000 Guru Qur’an Indonesia dalam rangkaian Tabligh Akbar Nasional sekaligus membuka secara resmi Muktamar V Wahdah Islamiyah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (22/8).

Nasaruddin mengapresiasi langkah Wahdah Islamiyah yang melibatkan ribuan guru Al-Qur’an untuk membantu pemerintah mengatasi persoalan buta huruf Al-Qur’an di Indonesia.

“Saya memberikan apresiasi yang luar biasa baik kepada para guru 10.000 ini maupun juga kepada Wahdah Islamiyah,” ujar Nasaruddin.

Menurut Nasaruddin, persoalan kemampuan membaca Al-Qur’an masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius. Ia menyebut sekitar 60 persen masyarakat Indonesia masih menghadapi persoalan buta huruf Al-Qur’an berdasarkan data yang disampaikannya.

Karena itu, Kementerian Agama tidak dapat menangani persoalan tersebut sendirian. Keterlibatan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dan berbagai elemen masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan pembelajaran Al-Qur’an.

“Kementerian Agama tidak bisa menyelesaikan masalah buta huruf Al-Qur’an sendiri. Di sinilah peran ormas Islam, termasuk yang paling konkret yaitu Wahdah Islamiyah yang menyumbangkan 10.000 guru Al-Qur’an,” katanya.

Baca Juga: Silatnas Wahdah Islamiyah, Zulhas Serukan Bersatunya Umat untuk Hadapi Tantangan Bangsa

Guru Diminta Tak Sekadar Mengajarkan Bacaan

Nasaruddin berharap 10.000 guru yang dikukuhkan tidak berhenti pada kemampuan mengajarkan cara membaca Al-Qur’an. Mereka juga diminta berperan sebagai mursyid, yakni pembimbing yang mampu membantu murid memahami sekaligus mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an.

“Jadilah betul-betul sebagai guru, mursyid. Kita tidak hanya mengajarkan membaca Al-Qur’an, tetapi berharap para guru ini berhasil menembus batin para muridnya,” pesannya.

Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut juga mengapresiasi Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah Zaitun Rasmin atas perkembangan organisasi dan jangkauan kegiatannya di berbagai daerah.

Menurutnya, gerakan yang dibangun dengan niat baik dan luhur akan mendapatkan pertolongan Allah. Ia mengajak peserta muktamar meneladani para sahabat Nabi yang meninggalkan tanah kelahiran untuk menyebarkan risalah, mengajarkan Al-Qur’an, dan berdakwah.

Dalam prosesi pengukuhan, 10.000 Guru Qur’an Indonesia membacakan ikrar yang dipandu langsung oleh Menag Nasaruddin Umar.

Para guru berkomitmen menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, membimbing masyarakat dalam membaca, memahami, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an. Mereka juga berikrar menjaga persatuan, ukhuwah Islamiyah, serta membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.

Pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah turut dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, Ketua MUI Pusat KH Anwar Iskandar, sejumlah duta besar, serta ulama dan dai.

Editor : Muhammad Ridhuan
Guru Qur’an Indonesia Muktamar V Wahdah Islamiyah Guru Al-Qur’an Wahdah Islamiyah nasaruddin umar