KALTIMPOST.ID, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin resmi masuk bursa calon Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Langkah diplomasi kesehatan internasional ini merupakan penugasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang menangkap peluang emas bagi Indonesia di kancah global.
"Ini amanah dari Bapak Presiden. Apapun tugas dari Beliau, tentu akan kita jalankan sebaik-baiknya," tegas Budi saat ditemui di Gedung DPR RI, Kamis (27/8).
Budi membeberkan tiga alasan utama di balik dorongan Kepala Negara. Pertama, Presiden Prabowo menilai sudah saatnya Indonesia—sebagai bangsa besar memiliki wakil yang memimpin badan resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kedua, momentum ini bertepatan dengan menguatnya dorongan reformasi di tubuh organisasi global dari berbagai negara anggota. Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo dinilai memiliki kapabilitas untuk membawa perubahan tersebut.
Berdasarkan rilis resmi WHO, Budi tercatat sebagai kandidat prospektif bersaing dengan tiga tokoh dunia lainnya:
- Hanan Mohammed Al-Kuwari (Mantan Menkes Qatar)
- Hanan Balkhy (Arab Saudi)
- Hans Henri P. Kluge (Belgia)
Sorotan publik internasional tertuju pada Budi karena latar belakangnya yang terbilang unik dibanding kandidat lain. Ia memiliki rekam jejak pendidikan di bidang fisika nuklir serta pengalaman panjang memimpin sektor perbankan dan korporasi skala besar.
Kendati demikian, Budi tetap realistis menatap persaingan. Kepastian pemenang baru akan ditentukan melalui pemungutan suara oleh 194 negara anggota WHO pada Mei mendatang. Jika nantinya mendapat mandat memimpin WHO, Budi mengonfirmasi siap menanggalkan jabatannya sebagai Menteri Kesehatan RI.
Editor : Ilmidza