KALTIMPOST.ID, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini dinamika atmosfer yang berpotensi memicu cuaca signifikan di sejumlah wilayah Indonesia untuk Jumat (28/8). Pembentukan daerah konvergensi (perlambatan angin) dan konfluensi (pertemuan angin) menjadi pemicu utama meningkatnya potensi pertumbuhan awan hujan.
BMKG memantau pembentukan garis konvergensi membentang mulai dari Laut Andaman, Papua hingga Pulau Biak, Papua Nugini menuju Papua Pegunungan, hingga Samudera Pasifik di timur laut Papua dan Filipina. Sementara itu, fenomena konfluensi terpantau terkonsentrasi di Samudera Hindia barat laut Aceh, Laut Natuna Utara, Laut China Selatan, Selat Makassar, hingga Samudera Hindia utara Halmahera dan Papua.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi guyuran hujan sedang hingga lebat akibat dinamika tersebut.
Secara rinci, berikut gambaran prakiraan cuaca di berbagai kota besar Indonesia:
Wilayah Barat
- Hujan Ringan: Medan, Jambi, Bengkulu, Tanjung Selor
- Cerah Berawan–Berawan Tebal: Banda Aceh, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, mayoritas wilayah Jawa, Samarinda
- Udara Kabur: Pekanbaru, Padang, Palembang, Palangkaraya, Banjarmasin
- Asap/Kabut: Bandar Lampung, Pontianak
Wilayah Timur
- Hujan Sedang: Nabire
- Hujan Ringan: Mamuju, Palu, Jayapura, Jayawijaya, Merauke
- Cerah Berawan–Berawan Tebal: Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Ambon, Sorong
- Udara Kabur & Kabut: Ternate (udara kabur), Manokwari (asap/kabut)
Mengingat kondisi atmosfer yang sangat dinamis, BMKG meminta masyarakat aktif memantau pembaruan informasi cuaca berkala melalui situs resmi bmkg.go.id maupun kanal media sosial @infobmkg.
Editor : Ilmidza