3 Provinsi Rawan Karhutla Diguyur Hujan, BNPB Ungkap Hasil OMC

Dwi Puspitarini • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 04:36 WIB
Ilustrasi. Operasi Modifikasi Cuaca dilakukan untuk memicu hujan di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan. Sejumlah daerah di Riau, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat dilaporkan diguyur hujan. (IST)
Ilustrasi. Operasi Modifikasi Cuaca dilakukan untuk memicu hujan di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan. Sejumlah daerah di Riau, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat dilaporkan diguyur hujan. (IST)

KALTIMPOST.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai diguyur hujan setelah dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Hujan tersebut terjadi di Kalimantan Barat, Riau, dan Sumatera Selatan.

Operasi Modifikasi Cuaca dilakukan sebagai salah satu upaya untuk memanfaatkan keberadaan bibit awan yang terpantau di atmosfer. BNPB menyebut operasi di tiga provinsi tersebut menghasilkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah wilayah.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan pelaksanaan OMC dilakukan di tiga provinsi prioritas karhutla.

"Untuk Operasi Modifikasi Cuaca per tanggal 26 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB, ada tiga provinsi yang melakukan operasi OMC ini karena mengingat adanya bibit-bibit awan di atmosfir," ujar Berton, Kamis (27/8), dilansir dari CNN, Jumat (28/8/2026).

Baca Juga: Menhut Raja Juli Tegaskan Karhutla di Berau Tak Ancam Habitat Orangutan

Hujan Turun di Sejumlah Wilayah Riau

Operasi Modifikasi Cuaca di Riau menjadi salah satu operasi dengan durasi paling lama. BNPB menyebut operasi berlangsung lebih dari tujuh jam dengan empat sorti dan menggunakan total 4.000 kilogram bahan semai.

Hasil operasi tersebut dilaporkan berupa hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah wilayah Riau. Kondisi ini terjadi di beberapa daerah yang menjadi perhatian dalam penanganan karhutla.

"OMC yang ada di provinsi Riau ini berhasil membuat hujan jadi hujan terjadi di intensitas ringan sampai sedang di beberapa wilayah seperti Pekanbaru, Pelalawan, Siak, Bengkalis, dan Rokan Hulu," jelas Berton.

Hujan yang turun di wilayah-wilayah tersebut menjadi bagian dari hasil pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca yang dilakukan BNPB bersama pihak terkait.

Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat Ikut Diguyur Hujan

Di Sumatera Selatan, Operasi Modifikasi Cuaca berlangsung selama lebih dari satu jam. BNPB melakukan satu sorti dengan menggunakan 1.000 kilogram bahan semai.

Operasi tersebut dilaporkan menghasilkan hujan dengan intensitas ringan di Palembang. Meski intensitasnya masih ringan, hujan menjadi salah satu hasil yang dicatat dari pelaksanaan OMC di wilayah tersebut.

Sementara itu, operasi di Kalimantan Barat berlangsung lebih dari empat jam dengan dua sorti. Sebanyak 2.000 kilogram bahan semai digunakan selama pelaksanaan operasi.

BNPB melaporkan hujan terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Daerah tersebut meliputi Kabupaten Sambas, Bengkayang, Landak, Pontianak, Kubu Raya, Sanggarau, Sekadau, Sintang, hingga Kapuas Hulu.

"Telah terjadi hujan di beberapa wilayah, ada di Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Landak, Pontianak, Kubu Raya, Sanggarau, Sekadau, dan Sintang, serta Kapuas Hulu," kata Berton.

Tiga Provinsi Lain Masih Belum Bisa Jalankan OMC

Meski hujan telah turun di sejumlah wilayah, Operasi Modifikasi Cuaca belum dapat dilaksanakan di seluruh provinsi yang menjadi prioritas penanganan karhutla.

BNPB menyebut masih ada tiga provinsi yang belum dapat menjalankan operasi tersebut. Ketiganya adalah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Jambi.

Kondisi atmosfer menjadi salah satu kendala pelaksanaan OMC di wilayah tersebut. BNPB belum menemukan titik awan yang dapat mendukung pelaksanaan operasi.

"Di tempat-tempat lain, di Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah, maupun Jambi belum bisa dilakukan mengingat belum ditemukannya titik-titik awan," jelas Berton.

Dengan kondisi tersebut, pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca masih bergantung pada keberadaan awan yang memenuhi kondisi untuk dilakukan penyemaian. BNPB terus memantau kondisi atmosfer di wilayah prioritas karhutla.***

Editor : Dwi Puspitarini
Operasi Modifikasi Cuaca hujan buatan OMC bnpb karhutla