​Harga Pertamax Naik Bikin Warga Pindah ke Pertalite, Bahlil Jamin BBM Subsidi Tak Naik

Ilmidza • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 12:11 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

KALTIMPOST.ID, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyoroti fenomena perpindahan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) masyarakat. Melebarnya selisih harga antara BBM nonsubsidi dan subsidi memicu gelombang migrasi konsumen dari Pertamax (RON 92) ke Pertalite (RON 90).

​Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa Kementerian ESDM tengah mengkaji dan menghitung estimasi lonjakan volume penggunaan BBM subsidi tersebut. Langkah ini diambil guna memetakan potensi kelebihan kuota akibat pergeseran konsumsi masyarakat pascakenaikan harga minyak mentah dunia.

​Meski terjadi migrasi pengguna, Bahlil menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM subsidi jenis Pertalite maupun Solar. "Harga BBM subsidi tidak akan kita naikkan sampai dengan Desember 2026, sambil kita terus memantau dinamika global," ujar Bahlil di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

​Sementara itu, untuk BBM nonsubsidi seperti Pertamax Series dan Dex Series, penyesuaian harga akan tetap diserahkan kepada mekanisme pasar internasional.

Data Pergerakan Konsumsi Harian Pertalite (BPH Migas)

​Kepala BPH Migas Wahyudi Anas merinci dinamika tren konsumsi harian Pertalite sepanjang periode pertengahan 2026:

​BPH Migas menyimpulkan bahwa perubahan pola konsumsi masyarakat sangat sensitif terhadap disparitas harga. Selama gap harga BBM subsidi dan nonsubsidi masih lebar, tingkat ketergantungan publik pada BBM kompensasi negara diperkirakan tetap tinggi.

Editor : Ilmidza
BBM naik