KALTIMPOST.ID, Komisi XII DPR RI resmi merestui usulan Pagu Anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam RAPBN 2027 sebesar Rp 27,37 triliun. Persetujuan ini disampaikan langsung oleh Ketua Komisi XII DPR RI Melchias Marcus Mekeng usai Rapat Kerja bersama Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung pada Selasa (1/9/2026).
Porsi anggaran tahun 2027 didominasi oleh program strategis dan pembangunan infrastruktur energi yang berdampak langsung pada publik, yakni senilai Rp 22,51 triliun atau setara 82% dari total pagu.
DPR memberikan catatan kritis agar Kementerian ESDM meningkatkan performa operasional. "Masyarakat makin sensitif mendalami soal ini, apalagi kenaikannya besar. Kinerja Ditjen Migas dan Ditjen Ketenagalistrikan harus ditingkatkan agar elektrifikasi dan manfaat dari pajak masyarakat terasa," tegas Mekeng.
Struktur Alokasi Pagu Anggaran Kementerian ESDM 2027
Secara rinci, alokasi penggunaan anggaran senilai Rp 27,37 triliun ini terbagi menjadi:
- Program Strategis/Infrastruktur: Rp 22,51 triliun (82%)
- Belanja Operasional & Layanan Manajemen: Rp 3,56 triliun (13%)
- Publik Non-Fisik: Rp 1,31 triliun (5%)
Tiga Unit Kerja Penerima Porsi Anggaran Terbesar:
- Ditjen Minyak dan Gas Bumi: Rp 11,34 triliun
- Ditjen Ketenagalistrikan: Rp 10,45 triliun
- Ditjen EBTKE: Rp 1,82 triliun
(Sisa alokasi lainnya tersebar di BPSDM, Badan Geologi, Ditjen Minerba, Setjen, BPH Migas, Itjen, BPMA, Ditjen Gakkum, dan Setjen DEN).
Daftar Proyek Strategis Energi yang Didanai pada 2027
1. Sektor Ketenagalistrikan
- Infrastruktur Listrik Desa (Lisdes): Rp 9.672,91 miliar
- Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) 250.000 RT: Rp 593,18 miliar
2. Sektor Minyak dan Gas Bumi
- Jaringan Gas (Jargas) 959.232 Rumah Tangga: Rp 5.212,62 miliar
- Pipa Gas Dumai–Sei Mangkei (MYC): Rp 3.948,16 miliar
- Pipa Transmisi Semarang–Solo–Jogja: Rp 702,38 miliar
- Pipa Transmisi Cirebon–Bandung: Rp 577,56 miliar
- Konverter Kit Petani (14.000 Paket): Rp 158,50 miliar
3. Sektor EBTKE & Geologi
- Program Kompor Listrik: Rp 815,56 miliar
- Konversi 63.000 Unit Motor Listrik: Rp 635,24 miliar
- Pengadaan Kapal Geomarin V (MYC): Rp 130,46 miliar
- PLTMH (MYC): Rp 58,58 miliar