KALTIMPOST.ID,PALANGKA RAYA-Perayaan ulang tahun ke-27 Aisyah Thisia Bianty, istri Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, memicu kritikan tajam dari masyarakat. Pesta mewah yang digelar di tengah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalteng tersebut dinilai memperlihatkan minimnya rasa empati terhadap warga terdampak.
Kritik publik mengemuka setelah foto-foto kemeriahan pesta ulang tahun Aisyah yang jatuh pada 21 Agustus lalu beredar di media sosial. Unggahan yang viral di platform Threads dan TikTok itu memicu gelombang cibiran, mengingat saat bersamaan masyarakat Kalteng harus menghadapi kabut asap tebal yang memicu gangguan kesehatan.
Baca Juga: Jasad Perempuan dalam Kardus Gegerkan Bandung, Pelaku Kabur ke Palembang Dibekuk Kurang dari 6 Jam
Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai NasDem, Ujang Bey, menyayangkan sikap keluarga pejabat yang dinilai tidak memiliki rasa kepekaan terhadap kondisi masyarakat.
“Saya kira dalam situasi semacam itu diperlukan sense of crisis ketika menyikapi suatu keadaan. Apalagi saat ini melalui kecepatan informasi media sosial, masyarakat sudah peka melihat tindak tanduk pejabat maupun keluarganya,” tegas Ujang di Jakarta, Kamis (3/9).
Baca Juga: Ratusan Santri Keracunan MBG, BGN Usul Copot Kepala SPPG Sidoarjo
Ujang mengimbau seluruh pejabat dan keluarganya untuk lebih menahan diri agar tidak menimbulkan rasa ketimpangan sosial serta memicu preseden buruk di mata publik.
Kabut Asap Masih Berbahaya
Sikap tersebut berbanding terbalik dengan kondisi darurat bencana di Kalteng. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak karhutla berada pada level tidak sehat hingga berbahaya.
Baca Juga: Konflik Pasar Petung PPU Memanas, Pedagang Serahkan pada Penanganan Hukum
Data BNPB per Selasa (1/9) mencatat masih ada 50 titik api di wilayah Kalteng dengan jarak pandang rata-rata tersisa sekitar 3 kilometer.
Guna mengatasi kebakaran, Satgas Darat mengerahkan 10.700 personel yang difokuskan pada pemadaman di 10 kabupaten/kota, yakni:
-
Palangka Raya
-
Kotawaringin Timur
-
Seruyan
-
Katingan
-
Kapuas
-
Pulang Pisau
-
Lamandau
-
Barito Utara
-
Barito Selatan
-
Gunung Mas
Baca Juga: Penyegelan Toko dan Retribusi, Pengelolaan Pasar Petung Dilaporkan ke Polres PPU
Selain satgas darat, penanganan juga dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) oleh Satgas Udara dengan menyebarkan 800 kilogram garam untuk memicu hujan buatan di titik-titik prioritas kebakaran.(*)