KALTIMPOST.ID, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyiagakan 23 unit kapal di penyeberangan Ketapang–Gilimanuk guna mengurai kemacetan parah kendaraan yang mengular di jalur penghubung Jawa dan Bali.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa penanganan antrean diprioritaskan untuk mempercepat distribusi barang dan mobilitas penumpang, dengan tetap memprioritaskan keselamatan pelayaran. Atas ketidaknyamanan ini, pihak manajemen juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
"Untuk itu, seluruh jajaran kami arahkan untuk bergerak cepat, mengoptimalkan kapasitas yang tersedia, dan mengambil langkah tambahan yang diperlukan agar antrean dapat segera terurai, tentunya dengan tetap mengedepankan keselamatan," ujar Heru Widodo.
Langkah Strategis Penguraian Kemacetan
- Maksimalisasi Armada: Mengoperasikan 23 kapal hingga pola layanan 8 trip.
- Pembagian Dermaga: 12 kapal disiagakan di Dermaga Moving Bridge (MB) dan 9 kapal di Dermaga LCM.
- Skema Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB): Mengoperasikan KMP Karya Maritim II (MB IV) dan KMP Trisakti Elfina (LCM) untuk percepatan bongkar muat.
- Kapal Tambahan: Mempersiapkan pengerahan dua unit kapal perbantuan dari luar lintasan Ketapang–Gilimanuk.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menjelaskan bahwa volume kendaraan dari arah Jawa didominasi oleh truk logistik. Meskipun sempat memanjang, ekor antrean dilaporkan mulai memendek.
"Hingga pukul 09.00 WIB, arus kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang masih terpantau padat dan didominasi kendaraan logistik. Namun, antrean kendaraan mulai menunjukkan tren penurunan, dengan ekor antrean saat ini berada sekitar delapan kilometer hingga area Bangsring," kata Media Syahrianto.
ASDP berjanji akan terus menyelaraskan pola operasional di lapangan bersama para pemangku kepentingan terkait hingga arus lalu lintas kembali normal.
Editor : Ilmidza