KALTIMPOST.ID, BEKASI – Suasana di Desa Telajung, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, sempat memanas setelah beredar video di media sosial yang diduga memuat pernyataan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.
Video tersebut menyeret nama Asep Setiawan alias Abah Setu, pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam. Puluhan warga kemudian mendatangi lokasi majelis pada Senin (7/9) malam untuk meminta penjelasan mengenai isi rekaman yang beredar.
Kedatangan warga mendapat pengamanan dari aparat kepolisian. Personel Polres Metro Bekasi bersama Polsek Cikarang Barat diterjunkan guna mencegah terjadinya kericuhan.
Baca Juga: Haji Isam Tawar 62 Persen Saham BYAN, Ada Nilai Rp52,6 Triliun di Baliknya
Setelah dilakukan komunikasi dan mediasi, warga akhirnya meninggalkan lokasi pada Selasa dini hari. Situasi di sekitar majelis dilaporkan tetap terkendali.
Kasi Humas Polres Metro Bekasi AKP Aliyani meminta masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri terkait persoalan tersebut.
Menurut dia, dugaan tindak pidana harus diserahkan kepada aparat penegak hukum agar dapat diperiksa melalui prosedur yang berlaku.
“Kami mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aksi main hakim sendiri dan menyerahkan penanganan dugaan tindak pidana kepada aparat penegak hukum melalui mekanisme pelaporan resmi,” kata Aliyani, Kamis (10/9).
Abah Setu Bantah Hina Nabi
Polisi kemudian meminta keterangan Abah Setu pada Selasa (8/9). Dalam pemeriksaan tersebut, dia membantah tudingan telah menghina Nabi Muhammad SAW.
Abah Setu justru mempertanyakan keaslian video yang menjadi pemicu keresahan warga. Dia menyebut rekaman yang beredar merupakan potongan video yang telah mengalami perubahan atau penambahan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Karena itu, menurut Abah Setu, rekaman tersebut tidak menunjukkan pernyataan secara utuh sesuai konteks kejadian sebenarnya.
Polisi masih mendalami persoalan tersebut. Sejumlah pihak telah dimintai keterangan untuk mengetahui secara jelas asal-usul dan konteks video yang beredar di media sosial.
Aliyani mengatakan pihak yang bersangkutan juga menyatakan kesediaannya memberikan penjelasan langsung kepada masyarakat.
Baca Juga: iPhone Duo Resmi Meluncur: HP Lipat Pertama Apple Dibanderol Rp35 Juta, Ini Spek Gacornya
Polisi Dalami Video Viral
Persoalan ini selanjutnya diarahkan ke proses mediasi. Abah Setu dijadwalkan mengikuti pertemuan di Polres Metro Bekasi pada Kamis (10/9) untuk memberikan klarifikasi sekaligus meluruskan informasi yang berkembang.
Kepolisian memastikan pemeriksaan tidak hanya berfokus pada satu informasi yang beredar. Seluruh keterangan dan materi yang berkaitan dengan video tersebut akan ditelusuri sebelum polisi menentukan ada atau tidaknya unsur pelanggaran hukum.
“Kami akan melakukan klarifikasi dan pendalaman lebih lanjut terhadap seluruh informasi yang beredar guna memperoleh gambaran yang lengkap serta menyelesaikan persoalan secara baik,” ujar Aliyani.
Editor : Uways Alqadrie